Selasa, 31 Maret 2026
lock
Iklan Header
Beranda / Berita / Viral Pungli di Pantai Sayangheulang dan Santolo, Kadisparbud Garut : Polisi Sedang Investigasi
HUKUM Senin, 30 Maret 2026 - 06:41

Viral Pungli di Pantai Sayangheulang dan Santolo, Kadisparbud Garut : Polisi Sedang Investigasi

person Admin | visibility 104
Viral Pungli di Pantai Sayangheulang dan Santolo, Kadisparbud Garut : Polisi Sedang Investigasi

HARIANGARUT.NEWS - Viralnya video yang diunggah melalui media sosial oleh pengunjung objek wisata, terkait dugaan pungutan liar (pungli) tiket objek wisata di Pantai Sayangheulang dan Santolo. Dalam unggahannya, pengunjung menyebut adanya pungli karena ada ketidaksesuaian tarif harga yang tercantum dalam tiket masuk dengan uang yang dikeluarkan.
 

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika, saat dikonfirmasi awak media menyampaikan penjelasan secara rinci. Saat ini, kata Beni, Disparbud dan Aparat Penegak Hukum (APH) tengah melakukan investigasi. Pihaknya saat ini terus berusaha dan memastikan bisa memberikan pelayanan yang maksimal kepada pengunjung di objek wisata.
 

"Kemarin yang terjadi memang ada salah persepsi saja sebetulnya. Kaitan dengan harga 45ribu itu memang 45ribu. Harga perorang di libur khusus itu kan perorang 20ribu, kalau pakai motor boncengan berarti 40ribu, dihitung perorang, dan parkir motor 5ribu, jadi semuanya 45ribu," ujar Beni kepada wartawan, usai apel gabungan di lapangan Setda Garut, Senin (30/03/2026).
 

Diakui Beni, memang karena banyaknya pengunjung, pengelola sempat kehabisan tiket, sehingga, kata Beni, kemungkinan ada terjadi kesalahpahaman, pihak pengelola memberikan tarif harga yang harus dibayar oleh pengunjung tidak disesuaikan dengan lembar tiket yang diberikan.
 

"Ada kesalahpahaman juga, pada saat memberikan karcis, ini sedang ada pembuatan karcis tambahan. Memang salahnya itu, harganya tidak disesuaikan dengan karcis yang diberikan. Ini juga memang ada kesalahpahaman, kemarin masih ada beberapa yang terkait dengan teman-teman di luar petugas tiketing, tapi kemarin sudah diklarifikasi, sudah clear tidak ada masalah," jelas Beni.
 

Masih kata Beni, untuk selanjutnya Disparbud Garut akan terus berbenah untuk memperbaiki dari sisi managemen internal Disparbud, termasuk konsolidasi dengan warga masyarakat lingkungan objek wisata, dengan harapan pelayanan objek wisata di Kabupaten Garut khususnya di wilayah pantai selatan bisa terkedali lebih baik lagi.
 

Disinggung mengenai adanya dugaan oknum premanisme dalam keterlibatan tiket, Beni mengaku belum bisa menyimpulkan, karena menurutnya saat ini Aparat Penegak Hukum (APH) sedang melakukan investigasi dan pendalaman terhadap adanya dugaan oknum premanisme.
 

"Saya belum bisa mengatakan apapun, sebelum nanti hasil investigasi APH yang berwajib merilis. Saya juga tidak terus menerus di situ, saya sudah koordinasi dengan teman-teman di kepolisian untuk melakukan investigasi, sebenarnya kondisinya seperti apa," tandas Beni.
 

Meskipun, imbuh Beni, hasil investigasi awal adalah adanya indikasi oknum yang menarik uang duluan sebelum pengunjung wisata masuk pintu tiket resmi. Namun kata Beni, pihaknya masih menunggu hasil investigasi pihak kepolisian.
 

"Tapi nanti supaya lebih komprehensif, saya juga menunggu hasil investigasi teman-teman dari kepolisian. Ini masih dalam proses, kondisi reelnya seperti apa," kata Kadisparbud Garut. (Ndy)

Bagikan:

forum Komentar

Tulis Komentar

Anda berkomentar sebagai Tamu

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan untuk artikel ini.

Berita Populer

01
PEMKAB GARUT

Bupati Garut Lantik Dua Kepala Dinas dan Pejabat Eselon 3, Berikut Daftarnya

schedule 1 bulan yang lalu visibility 630
02
PEMKAB GARUT

PPPK Paruh Waktu Akan Terima Gaji Ke-13 dan 14

schedule 1 bulan yang lalu visibility 326
04
05
Iklan BJB