Selasa, 12 Mei 2026
lock
Iklan Header
Beranda / Berita / Terima Kunjungan Kementerian LH RI, Pemkab Garut Komitmen Kelola Sampah secara Mandiri dan Berkelanjutan
PEMKAB GARUT Jumat, 8 Mei 2026 - 00:31

Terima Kunjungan Kementerian LH RI, Pemkab Garut Komitmen Kelola Sampah secara Mandiri dan Berkelanjutan

person Admin | visibility 97
Terima Kunjungan Kementerian LH RI, Pemkab Garut Komitmen Kelola Sampah secara Mandiri dan Berkelanjutan

HARIANGARUT.NEWS - Persoalan sampah tidak lagi dapat dipandang sebagai sekadar limbah yang harus dibuang, melainkan sebagai sumber daya yang jika dikelola dengan tepat dapat menghasilkan nilai ekologis dan ekonomis. Program ini menekankan bahwa pengelolaan sampah yang efektif harus menyentuh seluruh aspek kehidupan: sosial, ekonomi, teknologi, lingkungan, dan regulasi.

 

Dalam hal ini, Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Garut, Jujun Juansyah, menerima kunjungan kerja dari Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia di Kantor Bupati Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Kamis (7/5/2026).

 

Dalam pertemuan ini, fokus utama pembahasan terletak pada penguatan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menangani persoalan sampah melalui pendekatan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.

Bupati Garut menegaskan bahwa penanganan sampah tidak bisa dilakukan secara sektoral, melainkan harus melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Ia berencana menghidupkan kembali gerakan kemandirian pengolahan sampah di berbagai lini, mulai dari lingkungan perkantoran, kelurahan, kecamatan, hingga sekolah.

 

"Mengelola sampah dengan bijak merupakan salah satu praktik ramah lingkungan yang sangat penting dalam kehidupan, dan kita sebetulnya sudah ada, alhamdulilah kita sudah baik, tapi kita akan dorong lagi karena ini merupakan amanat Pak Presiden. Pemkab Garut akan terus memperkuat upaya pengelolaan sampah secara berkelanjutan dengan mengedepankan pendekatan berbasis sumber, dan mendorong pengurangan sampah organik sejak dari rumah tangga sebagai langkah konkret menghadirkan sistem pengelolaan yang lebih tertata, efektif, dan ramah lingkungan," ucap Bupati Garut.

 

Syakur menekankan pentingnya konsep ekonomi sirkular dalam manajemen sampah. Menurutnya, sampah tidak boleh hanya dipandang sebagai limbah, tetapi sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi berkelanjutan. Pengelolaan sampah, imbuhnya, harus dimulai dari sumbernya dan melibatkan semua pihak.

 

"Jadi sampah itu bisa juga memberikan manfaat ekonomi yang sustain berkelanjutan sehingga pengolahan sampah menjadi mandirinya, jadi tidak hanya sesaat tapi terus berjalan dan mungkin tidak harus kegiatan yang mahal, yang ada aja kita bisa manfaatkan. Kita mendorong sistem pengelolaan yang lebih terukur, berkelanjutan, dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat," tandas Bupati Garut.

 

Sementara, Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Kementerian LH RI, Mohammad Noor Andi Kusumah, menyatakan dukungannya terhadap kebijakan Pemerintah Kabupaten Garut. Ia menyebutkan bahwa langkah Bupati Garut sejalan dengan arahan Menteri LH untuk melakukan pembinaan pengolahan sampah di daerah, terutama dengan memutus rantai penumpukan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

 

"Jadi saya rasa kebijakan Pak Bupati perlu kami dukung karena memang ini sejalan tadi dimulai dari pemukiman, perumahan, beliau sampaikan sampai dengan sekolah, perkantoran, jadi saya rasa ini menjadi satu kebijakan yang sangat baik dan kita akan dukung itu," tutur Mohammad Noor Andi.

 

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Garut, Jujun Juansyah, menyampaikan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti hasil kesepakatan antara Bupati Garut dan Kementerian LH RI. Fokus utama ke depan adalah memperkuat pemberdayaan masyarakat agar mampu mengelola sampah secara mandiri di wilayah masing-masing.

 

"Perlu digarisbawahi bahwa pengelolaan sampah tidak dapat dilakukan secara mandiri oleh satu pihak saja. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam akselerasi pengelolaan sampah. Kita bersama-sama bergerak dan memerlukan perencanaan terintegrasi dari hulu hingga hilir. Pemberdayaan dalam mengelola sampah mandiri pun bisa dimulai dari sumbernya. Mulai dari mengurangi, menggunakan kembali, mendaur ulang, dan mengubah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat," ungkap Kadis LH Garut.***(Igie)

Bagikan:

forum Komentar

Tulis Komentar

Anda berkomentar sebagai Tamu

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan untuk artikel ini.

Iklan BJB