Rabu, 1 April 2026
lock
Iklan Header
Beranda / Berita / Jelang Lebaran, Harga Elpiji 3 Kg di Bayongbong Garut Melonjak Tembus Harga Rp30 Ribu
DAERAH Kamis, 19 Maret 2026 - 14:10

Jelang Lebaran, Harga Elpiji 3 Kg di Bayongbong Garut Melonjak Tembus Harga Rp30 Ribu

person Admin | visibility 70
Jelang Lebaran, Harga Elpiji 3 Kg di Bayongbong Garut Melonjak Tembus Harga Rp30 Ribu

HARIANGRUT.NEWS - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah Tahun 2026 hijriyah, warga Kecamatan Bayongbong Kabupaten Garut mengeluhkan lonjakan harga gas elpiji 3 kilogram di tingkat pengecer. Kenaikan harga yang cukup signifikan ini terjadi di berbagai wilayah dan memicu keresahan di tengah masyarakat.

 

Di sejumlah kios dan warung, harga tabung gas bersubsidi tersebut dilaporkan telah mencapai Rp 30 ribu per tabung. Padahal, harga tersebut jauh di atas ketentuan yang seharusnya berlaku bagi masyarakat penerima subsidi. Kelangkaan dan kenaikan harga ini memicu keresahan warga, terutama karena pasokan di pangkalan seringkali terbatas.

 

Kondisi yang lebih memprihatinkan, warga setempat menyebut harga elpiji 3 kilogram di wilayah tersebut sudah menembus angka Rp 30 ribu per tabung, sehingga semakin memberatkan beban ekonomi masyarakat. Lonjakan harga ini dirasakan sangat menyulitkan, terutama bagi ibu rumah tangga. Pasalnya, kebutuhan elpiji meningkat menjelang Lebaran untuk memasak berbagai hidangan bagi keluarga.

 

Salah seorang warga, Samuh Itat, mengaku sangat keberatan dengan kondisi tersebut. Ia menyebut harga yang terus melambung membuat masyarakat kecil semakin kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

 

“Biasanya kami beli jauh lebih murah. Sekarang sampai Rp 30 ribu bahkan ada yang Rp40 ribu jauh di atas harga eceran tertinggi (HET). Sehingga semakin memberatkan beban ekonomi bagi kami dan masyarakat lainnya,” ungkapnya, Kamis (19/03/2026).

 

Menurutnya, elpiji bersubsidi seharusnya dapat dijangkau oleh masyarakat kecil. Namun kenyataannya, selain harga yang tinggi, ketersediaannya juga kerap terbatas di pasaran. Kelangkaan elpiji 3 kg terpantau terjadi di hampir seluruh kecamatan dalam tiga hari terakhir. Kondisi ini membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan rumah tangga, terutama menjelang Lebaran.

 

"Sudah cari ke mana-mana, dari kemarin sampai sekarang belum dapat juga," tandas Samuh.

 

Warga pun berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera turun tangan melakukan pengawasan di lapangan. Selain itu, masyarakat meminta adanya tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang diduga memainkan harga gas bersubsidi.

 

Masyarakat juga berharap pasokan elpiji 3 kilogram dapat kembali stabil sehingga harga di tingkat pengecer bisa kembali normal, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri yang tinggal satu hari lagi. Keluhan juga ramai disampaikan warga melalui media sosial. Mereka menyebut pangkalan resmi kerap kosong. Bahkan muncul penawaran dari oknum tidak resmi dengan harga lebih tinggi..***

Bagikan:

forum Komentar

Tulis Komentar

Anda berkomentar sebagai Tamu

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan untuk artikel ini.

Berita Populer

01
PEMKAB GARUT

Bupati Garut Lantik Dua Kepala Dinas dan Pejabat Eselon 3, Berikut Daftarnya

schedule 1 bulan yang lalu visibility 631
02
PEMKAB GARUT

PPPK Paruh Waktu Akan Terima Gaji Ke-13 dan 14

schedule 1 bulan yang lalu visibility 326
04
05
Iklan BJB