Sabtu, 16 Mei 2026
lock
Iklan Header
Beranda / Berita / Bupati Syakur Sebut acara Festival Pembudayaan Olahraga Tradisional oleh DKKG Sejalan dengan Visi Misi Garut Hebat
OLAHRAGA Sabtu, 16 Mei 2026 - 01:17

Bupati Syakur Sebut acara Festival Pembudayaan Olahraga Tradisional oleh DKKG Sejalan dengan Visi Misi Garut Hebat

person Admin | visibility 52
Bupati Syakur Sebut acara Festival Pembudayaan Olahraga Tradisional oleh DKKG Sejalan dengan Visi Misi Garut Hebat

HARIANGARUT.NEWS - Sebagai dari upaya menjaga, melestarikan, mengembangkan dan mengimplementasikan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang pemajuan Kebudayaan, yang merupakan warisan budaya daerah di tengah arus modernisasi, Dewan Kebudayaan Kabupaten Garut (DKKG) menggelar Festival Pembudayaan Olah Raga Tradisional dan Kabarulem Kaulinan Barudak Lembur di Gedung Pendopo, Jalan Kiansantang, Kecamatan Garut Kota, Rabu malam (13/5/2026).

 

Kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas budaya, lembaga pendidikan, dan masyarakat.

Hadir dalam acara, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin, beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Garut, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Beni Guna Santika, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Asep Mulyana, Ketua DPD KNPI Kabupaten Garut, Agil Syahrizal, pengurus Harian Majelis Masyarakat Sunda Jawa Barat/Dewan kebudayaan Jawa Barat, Dr Nelis, Dewan Pakar DKKG, Aceng Mujib, pengurus DPD GANNA Kabupaten Garut, Nendi Sajidin dan anggota, beserta tamu undangan lainnya.

 

Festival menampilkan beragam pertunjukan seni dan budaya dari sejumlah sanggar dan institusi pendidikan, di antaranya Sanggar Srimanganti SMP Ma’arif Cilawu, Sanggar Angklung SDN 1 Cisero, Gerak Tim SMP Ma’arif, Musik Tim SDN 1 Cisero Pimpinan Ari Kevin, Silat Panglipur Putra Rajawali, serta Rampak Sekar Wahegar. Penampilan para peserta menghadirkan semangat kebersamaan sekaligus memperlihatkan kekayaan seni tradisional yang masih hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

 

Ketua DKKG Garut, Kang Jiwan, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar ajang hiburan dan pertunjukan budaya, melainkan sarana edukasi bagi generasi muda agar lebih mengenal dan mencintai olahraga tradisional serta nilai-nilai luhur budaya Sunda.

 

“Melalui festival ini, kami ingin memastikan bahwa olahraga tradisional dan kebudayaan lokal tidak hanya dikenang, tetapi terus dipraktikkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.

 

Menurutnya, kegiatan itu juga menjadi momentum penting untuk mengajak masyarakat, khususnya para orang tua, agar kembali mengenalkan permainan rakyat kepada anak-anak sejak dini. Ia menilai generasi muda saat ini mulai terlalu bergantung pada penggunaan handphone dan game online sehingga diperlukan gerakan nyata untuk menghidupkan kembali budaya olahraga tradisional dan kaulinan barudak.

 

“Kami mengajak masyarakat Kabupaten Garut, ibu bapak dan para orang tua untuk memberikan edukasi kepada anak-anak tentang pentingnya kembali merespons olahraga dan permainan rakyat. Sedikit demi sedikit kita harus mengurangi kebiasaan kecanduan handphone dan game online,” katanya.

 

Ia berharap melalui pembudayaan olahraga tradisional, Kabupaten Garut dapat menjadi pelopor dalam menghidupkan kembali permainan rakyat dan olahraga tradisional di Indonesia.

 

Selain itu, Kang Jiwan menyampaikan bahwa Bupati Garut menunjukkan komitmen kuat terhadap pemajuan kebudayaan. Salah satunya dengan mendorong DKKG kembali menggelar Anugerah Budaya untuk kedua kalinya sebagai bentuk apresiasi kepada para pelaku seni dan budaya di Garut.

 

“Baru kali ini kami benar-benar diapresiasi dan didorong untuk kembali menggelar Anugerah Budaya. Tujuannya tentu memberikan penghargaan kepada insan-insan budaya yang telah berkontribusi untuk daerah,” ungkapnya.

 

DKKG juga saat ini tengah merancang Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pemajuan Kebudayaan Kabupaten Garut. Regulasi tersebut nantinya akan memuat pokok-pokok pikiran kebudayaan daerah, termasuk upaya memasukkan pendidikan kebudayaan sejak usia dini.

 

“Mungkin tahap awal kita akan merumuskan Perda. Di dalamnya nanti pemerintah bisa menginisiasi pendidikan kebudayaan agar dikenalkan sejak dini kepada anak-anak,” jelas Kang Jiwan.

 

Ia menyebut progres penyusunan Raperda tersebut masih berada pada tahap awal, sekitar 25 persen. Proses penyusunannya melibatkan berbagai elemen masyarakat mulai dari akademisi, aktivis budaya, pegiat sosial hingga tokoh sejarah agar regulasi yang lahir benar-benar mewakili kebutuhan masyarakat.

 

“Budaya itu sesungguhnya adalah perilaku kebiasaan masyarakat. Karena itu penyusunannya tidak bisa hanya dari kalangan akademisi saja, tetapi semua unsur harus dilibatkan,” tambahnya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Kang Jiwan juga mengapresiasi dukungan dari DPRD Garut, khususnya Komisi IV, yang dinilai aktif memberikan dukungan terhadap kegiatan-kegiatan kebudayaan. Ia berharap DKKG dapat terus menjadi wadah sekaligus pelopor dalam mendorong kemajuan seni dan budaya di Kabupaten Garut demi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

 

Dengan terselenggaranya Festival Pembudayaan Olah Raga Tradisional, Kabupaten Garut kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah yang aktif menjaga denyut kebudayaan lokal sekaligus membangun sinergi antara pelestarian tradisi dan pembangunan karakter masyarakat melalui seni serta olahraga tradisional.

 

Sementara, Bupati Garut dalam sambutannya menekankan bahwa penyelenggaraan festival ini sangat selaras dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut. Kegiatan tersebut dinilai sebagai salah satu langkah konkret untuk meningkatkan aktivitas pelestarian budaya yang selama ini menjadi ciri khas sekaligus keunggulan utama masyarakat Garut.

 

Bupati menyampaikan pesan pentingnya menjaga warisan karuhun (leluhur) yang tidak hanya berfungsi sebagai identitas, melainkan juga memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi daerah.

 

"Jadi budaya teh kedah dijaga, dipihara sareng dikembangkeun kangge ngadorong budaya sarta ngadorong pertumbuhan ekonomi (Jadi budaya itu harus dijaga, dipelihara, dan dikembangkan guna mendorong pelestarian budaya serta memacu pertumbuhan ekonomi)," ungkap Syakur.

 

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa selain upaya pelestarian budaya, masyarakat Garut juga didorong untuk senantiasa menjaga kesehatan dengan rutin berolahraga. Ia menyoroti pentingnya membudayakan aktivitas fisik yang mengakar pada permainan tradisional olahraga yang memiliki ciri khas dan kedekatan historis dengan masyarakat Sunda, khususnya warga Garut.

 

Di akhir sambutannya, Bupati memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas pertunjukan budaya luar biasa yang ditampilkan dalam rangkaian festival tersebut. Ia juga menaruh harapan besar agar kebudayaan dan tradisi lokal Garut dapat terus hidup, dicintai oleh generasi penerus, dan semakin berkembang di masa yang akan datang.***

Bagikan:

forum Komentar

Tulis Komentar

Anda berkomentar sebagai Tamu

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan untuk artikel ini.

Iklan BJB