Rabu, 19 Agustus 2026
lock
Iklan Header
Beranda / Berita / Wujudkan Generasi Emas Tanpa Narkoba, GANNA Berikan Edukasi Sistem Pertahanan Taktis P4GN Kepada Siswa SMK Al Madani Garut
PENDIDIKAN Selasa, 21 Juli 2026 - 09:54

Wujudkan Generasi Emas Tanpa Narkoba, GANNA Berikan Edukasi Sistem Pertahanan Taktis P4GN Kepada Siswa SMK Al Madani Garut

person Admin | visibility 128
Wujudkan Generasi Emas Tanpa Narkoba, GANNA Berikan Edukasi Sistem Pertahanan Taktis P4GN Kepada Siswa SMK Al Madani Garut

HARIANGARUT.NEWS - Dalam upaya mewujudkan Generasi Emas Indonesia tanpa ancaman penyalahgunaan narkoba, sosialisasi edukatif bertajuk Sistem Pertahanan Taktis P4GN (Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika) digelar di SMK Al Madani Garut, Jalan Raya Samarang Garut, Selasa (2/07/2026).
 

Sekretaris DPD Gerakan Anti Narkotika Nusantara Amartha (GANNA) Kabupaten Garut, Nendi Sajidin menyampaikan bahwa dalam  Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), kerap mendapatkan undangan untuk memberikan penyuluhan khususnya kepada siswa-siswi baru, SMP/MTs dan SMA/SMK Negeri dan Swasta.
 

"Seperti hari ini, Kepala SMK Al Madani mengundang kami untuk menyampaikan edukasi kepada anak didiknya," ujar Nendi.
 

Edukasi ini lanjut Nendi, berkaitan dengan bahaya narkoba bagi kalangan remaja yang memang dianggap rentan. Karena usia remaja adalah masa perkembangan anak, di mana cenderung penasaran, ingin mencoba dan gampang masuk pengaruh. Apalagi saat ini era digitalisasi, isi di media sosial cukup membawa pengaruh bagi kalangan remaja.
 

"Bimbingan orang tua juga sangat penting di rumah, untuk selalu memperhatikan anaknya dalam penggunaan gadget atau smartphone. Saat ini peredaran Narkoba semakin masif dan polanya sudah melalui media sosial. Hati-hati kepada para orang tua, mari jaga anak kita. Karena dari penyalahgunaan Narkoba, ini akan jadi induk masalah-masalah yang lainnya," tandasnya.
 

Sementara, Ketua Bidang Pendidikan dan Pengembangan DPD GANNA Garut, Yanto Susanto, S Kep Ners, dalam paparan materinya menyampaikan, bagaimana upaya mewujudkan Generasi Emas Indonesia tanpa ancaman penyalahgunaan narkoba, sosialisasi edukatif bertajuk Sistem Pertahanan Taktis P4GN.

 

"Program ini dirancang untuk membekali para siswa dengan pemahaman komprehensif mengenai bahaya nyata NAPZA yang mengintai generasi muda," kata Yanto.

 

Yanto mengatakan, berdasarkan data BNN-BRIN, angka populasi terpapar narkoba di Indonesia telah mencapai 3,6 juta jiwa, di mana rentannya garis pantai sepanjang 80.000 km turut mempermudah jalur penyelundupan. Terungkap pula bahwa target utama sindikat kejahatan narkotika kini telah bergeser dari orang dewasa ke anak-anak sekolah sebagai investasi jangka panjang bisnis gelap mereka. 
 

"Di era digital, modus operandi yang digunakan semakin canggih, mulai dari transaksi anonim via media sosial atau aplikasi pesan, penyusupan zat ke dalam liquid vape, permen, dan makanan ringan, hingga jebakan 'sampel gratis' yang memicu kecanduan biologis secara instan," jelasnya.
 

Dalam materi penyuluhan, lanjut Yanto, menekankan bahwa dampak NAPZA, baik jenis stimulan, depresan, maupun halusinogen, sangat merusak fungsi kognitif otak, kesehatan organ tubuh, hingga memicu kematian akibat overdosis. Selain ancaman kerusakan fisik dan mental, para pelaku maupun pengedar juga dihadapkan pada konsekuensi hukum berat berdasarkan UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, yang mengancam hukuman pidana penjara 20 tahun hingga seumur hidup, hukuman mati bagi bandar, serta perampasan seluruh aset hasil kejahatan oleh negara.
 

Yanto menambahkan, sebagai langkah konkret pencegahan, para siswa dibekali protokol pertahanan diri untuk berani menolak ajakan kawan (peer pressure), memperkuat benteng pertahanan keluarga dan sekolah, serta mengenali gejala deteksi dini pada lingkungan sekitar. 
 

"Apabila menemukan indikasi penyalahgunaan pada rekan sejawat, siswa diimbau untuk tidak melakukan perundungan (bullying), melainkan segera melapor secara tertutup ke guru BK atau fasilitas kesehatan atau Puskesmas terdekat agar korban dapat menerima penanganan rehabilitasi medis secara tepat dan cepat," paparnya. 

 

Kepala SMK Al Madani Garut, H Ucu Zaenal Arifin menyampaikan ucapan terima kasih kepada DPD GANNA Kabupaten Garut, selaku NGO Mitra BNN yang telah memberikan materi kepada para siswa-siswi anak didiknya. Menurutnya, ini sebagai penguatan kepada siswa agar jangan sampai terjerumus menyalahgunakan narkoba.
 

"Saya yakin, mereka juga di SMP atau Madrasah sebelum masuk ke tingkat SMK atau SMA, kerap diberikan edukasi serupa oleh sekolah. Ini merupakan bentuk tanggung jawab bersama untuk mewujudkan cita-cita generasi Indonesia Emas 2045. Kita perlu bergandengan tangan guna memutus mata rantai peredaran Narkoba," tandasnya.
 

Ia menambahkan, harapannya bahwa apa yang dilakukan sekolah juga perlu dukungan para orang tua siswa, karena tentunya pihak sekolah hanya bisa mengontrol pada saat jam-jam sekolah saja. 
 

"Para orang tua diharapkan bisa lebih dekat perhatian kepada anaknya, apalagi usia remaja ini adalah usia di mana mereka sedang mencari jati diri. Arahan, perhatian dan bimbingan dari orang tua akan berdampak positif pada perkembangan anak," pungkasnya. (Ndy)

Bagikan:

forum Komentar

Tulis Komentar

Anda berkomentar sebagai Tamu

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan untuk artikel ini.

Iklan BJB