Tindaklanjut Program Bidang Sakoma Kwarcab Garut, Saka Anti Narkoba Perkuat Kolaborasi dengan BNNK
HARIANGARUT.NEWS - Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Garut, melaksanakan koordinasi guna menindaklanjuti pembentukan Satuan Karya (Saka) Anti Narkoba sekaligus menjalin sinergi strategis dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Garut, di Warung Edukasi Bahaya Narkoba (Waeban), Kantor BNNK Garut, Jalan Patriot, Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul, Selasa (26/05/2026).
Hadir dalam acara, Penyuluh Narkoba Ahli Muda, Yanri Pratiwi, M.I.Kom, Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Pratama, Deri Yudiana SE, Kepala Tim Pemberantasan/Penyidik Ahli Muda, Ipan Soeparsono SH, Andalan Urusan Pengembangan Informasi Kehumasan dan Hubungan Media, Igie N. Rukmana S.Kom, dan anggota Purna Dewan Kerja Cabang, Futrie Fhadiela Rahmatyansyah.
Mewakili Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Garut, Ade Hendarsyah, Andalan Urusan Pengembangan Informasi Kehumasan dan Hubungan Media yang juga Pengurus Saka Anti Narkoba, Igie N. Rukmana, menuturkan, langkah ini diambil sebagai respons cepat program bidang Sakoma terhadap tren peningkatan kasus penyalahgunaan narkoba dan kriminalitas yang mengancam generasi muda di Kabupaten Garut.
"Pembangunan fisik seperti infrastruktur jauh lebih mudah dibandingkan pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang bersifat multidimensi dan pelik. Kita tidak bisa hanya mengandalkan dinas-dinas terkait. Kehadiran Saka Anti Narkoba ini adalah kolaborasi yang tepat antara BNN dan Pramuka untuk membangun ketahanan mental anak muda kita," katanya.
Igie, yang juga Ketua Gerakan Anti Narkotika Nusantara Amartha (GANNA) Provinsi Jawa Barat, menyatakan keprihatinan mendalam atas kurva kriminalitas narkoba yang meningkat secara eksponensial. Dirinya menyoroti keterkaitan erat antara penyalahgunaan narkoba dengan kasus kekerasan seksual pada anak. Narkoba dinilai merusak logika dan moral, sehingga memicu tindakan kriminal yang tidak terbayangkan sebelumnya.
"Bahkan narkoba kini telah merambah hingga ke kalangan Ibu rumah tangga dan aparatur sipil negara (ASN). Jika 'penjaga gawang' atau Ibu dalam keluarga sudah terkontaminasi narkoba, maka runtuhlah ketahanan keluarga tersebut. Inilah mengapa kita harus 'mem-Pramuka-kan' solusi atas masalah ini," tandasnya.
Igie menambahkan, dalam kegiatan memperkuat Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) tersebut, adalah merupakan tindaklanjut dari program Kwarcab Kabupaten Garut Bidang Sakoma tentang revitalisasi Saka Cabang Garut, pungkasnya.

Sementara, Penyuluh Narkoba Ahli Muda dari BNNK Garut, Yanri Pratiwi, M.I.Kom menuturkan, strategi pencegahan yang tidak hanya berfokus di lingkungan sekolah, tetapi langsung menyentuh akar lingkungan tempat tinggal. Melalui Saka Anti Narkoba, kata Yanri, berencana akan menciptakan jaring pengaman berlapis bagi pemuda melalui kolaborasi berbagai organisasi yakni Gerakan Pramuka sebagai wadah pembinaan karakter, untuk memperkuat sisi kemanusiaan dan spiritual.
"Sekolah sudah tertib, tapi anak-anak kita rawan saat berada di lingkungan luar. Dengan mengaktifkan organisasi-organisasi ini secara masif, kita bisa menjaring mereka agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas dan narkoba," jelas Yanri.
Terkait penandatanganan PKS dan pembentukan Saka Anti Narkoba, Yanri menilai merupakan langkah konkret, di mana diharapkan lahir insan-insan yang tidak hanya saleh secara pribadi, tetapi juga aktif memperjuangkan nilai-nilai mulia di tengah masyarakat.
"Saat ini pembentukan struktur Saka Anti Narkoba masih dalam proses. Adapun rencana pelantikan Mabisaka akan dilaksanakan serentak saat momen peringatan HANI pada 25 Juni 2026 mendatang. Kemudian dalam Saka Anti Narkoba nantinya terdapat 3 Krida yaitu Krida Pencegahan, Krida Rehabilitasi, dan Krida Sadar Hukum," tuturnya.
Dikatakan Yanri, sementara Launching Saka Anti Narkoba akan digelar pada Kegiatan Jambore Nasional 2026, dimana kabupaten Garut berkemungkinan untuk ikut serta pada acara tersebut. Kehadiran Saka Anti Narkoba, imbuhnya, menjadi langkah penting dalam memperluas gerakan pembinaan generasi muda melalui kegiatan kepramukaan.
"Lalu pada peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun ini, bersama pengurus DPD GANNA dan Saka Anti Narkoba Kwarcab Kabupaten Garut, rencananya BNNK Garut akan menggelar beberapa lomba diantarnya Lomba Poster, Lomba Baris Berbaris, dan Lomba Debat. Kami mohon bantuan temen-temen untuk ikut mempublikasikan agenda tersebut," pungkas Yanri Pratiwi.***