Terpilih Secara Aklamasi, Roni Faisal Adam Pimpin Paguyuban Bobotoh Kolot Distrik Garut
HARIANGARUT.NEWS - Bertemakan "Ketika Loyalitas Sudah Teruji, Dari Garut Untuk Persib dan Dunia", para member Paguyuban Bobotoh Kolot (Boboko) Distrik Garut menggelar Kopi Darat (Kopdar) sekaligus melangsungkan Pemilihan Ketua dan Pengurus di Cafe Warung Teko, Desa Sukatani, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Sabtu (06/06/2026). Hadir dalam acara tersebut perwakilan Boboko dari Koordinator Garut Tengah, Garut Utara dan Garut Selatan.
Dalam proses pemilihan yang berlangsung penuh kekeluargaan dan demokratis, Roni Faisal Adam, resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Boboko Distrik Garut. Momen tersebut, menambah tonggak penting bagi pendukung Persib Bandung yang selama ini dikenal sebagai salah satu supporter paling loyal di dunia. Keteladanan, kematangan emosi, empati, dan sportivitas adalah kunci yang harus dimiliki para member Boboko.
Roni menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin Boboko Distrik Garut dalam kurun tiga tahun ke depan. Ia menyebutkan bahwa Bobotoh Kolot dalam perjalanannya merupakan komunitas suporter yang digagas oleh pengurus Boboko Pusat untuk membawa rasa aman dan nyaman terhadap anggotanya. Pengurus Boboko, tuturnya, akan sentiasa berusaha mengingatkan kepada pihak-pihak atau suporter lain yang suka memicu kerusuhan, melakukan perusakan, atau melontarkan rasisme.

Ketua Paguyuban Boboko Distrik Garut, Roni Faisal Adam
"Terima kasih sudah mempercayakan saya sebagai Ketua. Ini bukan hanya tentang saya, tapi tentang kebersamaan kita semua sebagai keluarga besar Paguyuban Boboko Distrik Garut. Mari kita rawat dan memelihara semangat persaudaraan dan dukungan penuh dengan tetap menjaga militansi untuk mendukung Persib Bandung sebagai tim kebanggaan Bobotoh. Langkah awal yang akan kami tempuh, adalah melakukan konsolidasi internal dengan para pengurus guna membahas acara deklarasi dan pelantikan," ujar Roni.
Ia juga berkomitmen untuk merangkul seluruh member dalam menyusun program kerja yang mampu menghidupkan Paguyuban Boboko, baik di dalam maupun di luar stadion. Misalnya, kata Roni, merancang kegiatan positif seperti nonton bareng (nobar), bakti sosial, dan edukasi anti-ricuh. Edukasi suporter hingga ke akar rumput juga akan terus digalakkan dengan adanya regulasi turunan dari Undang-undang Keolahragaan.
"Kami pengurus hanya membantu mengelola untuk memberikan kemudahan kepada anggota semampu kami dan sebisa kami, agar bobotoh kolot yang beranggotakan para figur di Kabupaten Garut ini tetap bisa terus mendukung Persib Bandung kebanggaan kita. Tentunya semua itu dibingkai dengan rajut silaturahmi dalam kebersamaan dan keberkahan. Jadi ini adalah ikhtiar kami dalam mewujudkan program Paguyuban Boboko yang lebih mengutamakan hal-hal rasional. Kami tidak ingin generasi mendatang mewarisi kesalahan-kesalahan yang kami lakukan pada masa lalu," harap Ketua Boboko Distrik Garut.
Terkait bagaimana cara mudah untuk mendapatkan tiket kedepannya, Ketua Roni mengungkapkan, pengurus akan menjembatani dan menyederhanakan akses tiket bagi membernya dengan mengajukan kuota ke pengurus pusat atau melalui aplikasi Boboko. Bahkan, imbuhnya, pihaknya akan menjalin komunikasi intensif dengan manajemen klub atau panitia pelaksana (panpel), tukas Roni.
"Mengatur banyak orang yang ingin memiliki tiket memang sulit sehingga perlu kesadaran pribadi untuk menjadi suporter dewasa sebelum berangkat ke stadion. Nah, kalau di Boboko nantinya para member yang ingin menonton laga Persib baik home maupun away, tinggal berkoordinasi dengan bagian divisi ticketing," pungkas Ketua Boboko Distrik Garut.

Terpisah, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Garut, Asep Mulyana, mengucapkan selamat atas terselenggaranya acara Kopdar dan Pemilihan Pengurus Bobotoh Kolot Distrik Garut. Ia menaruh harapan besar agar Boboko tetap menjadi contoh pendukung yang tertib, berwibawa, dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas, sekaligus menjadi simbol semangat kebersamaan serta tekad untuk mendukung tim secara positif dan bertanggung jawab.
"Selamat atas terpilihnya kang Roni Faisal Adam sebagai Ketua Boboko Distrik Garut. Saya berharap, ini menjadi langkah awal yang positif semakin terbentuknya budaya suporter yang dewasa, bertanggung jawab, dan memberikan kontribusi positif bagi klub. Kami percaya, Boboko yang para membernya sudah berusia 35 tahun keatas ini tentunya akan memiliki esensial yang berbeda dalam memberikan dukungannya kepada klub kesayangannya Persib Bandung," tandas Kadispora Garut.
Asep Mulyana menambahkan, untuk terciptanya iklim sepak bola yang lebih sehat, pemerintah telah menerbitkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan melindungi hak dan kewajiban setiap suporter olahraga. Tapi, kata dia, pelindungan itu bisa didapatkan bagi kelompok suporter yang sudah berbadan hukum.
“Dan syukurlah, Paguyuban Boboko telah melakukan tahapan itu, yakni memiliki legalitas di Kemenkumham. Ini sebuah niat bagus dari pemerintah, karena dengan adanya badan hukum, selain bisa melindungi dan mengakomodir hak dan kewajiban suporter, juga bisa sarana pengembangan usaha. Dengan begitu, suporter bisa mandiri secara kelembagaan,” pungkas Kadispora Garut, yang didaulat menjadi Penasehat Boboko Distrik Garut.
Hal yang juga diputuskan dalam acara Kopdar tersebut adalah mengangkat dan mengesahkan struktural kepengerusan mulai dari penasehat, pengurus harian, dan divisi-divisi. Berikut susunan Pengurus Boboko Distrik Garut Masa Bakti 2026-2029 :
Penasehat :
H. Dedi Sutandi
H. Dedi Mulyadi
H. Yayan Gunawan
H. Agus Kurniawan
H. Asep Mulyana
Ketua : Roni Faisal Adam
Wakil Ketua : Wibisana Herman
Sekretaris : Ade Sudrajat
Bendahara : Heri Suheri
Divisi Humas : Igie N. Rukmana
Divisi Kegiatan/Supporting : Yana Herdiana
Divisi Ticketing : Yadi Kurnia
Divisi Perlengkapan : Indra, Ikbal