Rabu, 19 Agustus 2026
lock
Iklan Header
Beranda / Berita / Terancam Gagal Panen Akibat Kekeringan, Petani Tembakau di Cikajang Ini Minta Pemkab Garut Bantu Alat Siram Tanaman
EKONOMI Selasa, 28 Juli 2026 - 03:01

Terancam Gagal Panen Akibat Kekeringan, Petani Tembakau di Cikajang Ini Minta Pemkab Garut Bantu Alat Siram Tanaman

person Admin | visibility 159
Terancam Gagal Panen Akibat Kekeringan, Petani Tembakau di Cikajang Ini Minta Pemkab Garut Bantu Alat Siram Tanaman

HARIANGARUT.NEWS - Ancaman utama pada musim kemarau 2026 adalah potensi kekeringan ekstrem akibat kombinasi fenomena iklim global El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD) Positif. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sekitar 72,8% wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau dengan puncak yang diprakirakan berlangsung pada Juli hingga September 2026.
 

Kondisi ini menyebabkan kondisi pertanian khususnya di Kabupaten Garut mengalami kendala dan terancam gagal panen. Salah satunya diungkapkan oleh Ketua Kelompok Tani Sahabat Bukit, Jajang Empeng, warga Kampung Badega Desa Cipangramatan Kecamatan Cikajang Kabupaten Garut, yang saat ini sedang menanam tembakau.
 

"Ancaman utama kekeringan pada musim kemarau terhadap tanaman tembakau adalah penurunan kualitas daun, hambatan pertumbuhan, hingga ancaman gagal panen total," ujar Jajang, saat ditemui wartawan, Selasa (28/07/2026).
 

Ketua Kelompok Tani Sahabat Bukit Jajang Empeng saat menunjukkan tanaman tembakau garapannya

 

Jajang menyebut, kondisi usia tanam tembakau yang digarapnya baru satu bulan, namun saat ini sudah menghadapi musim kemarau. Di mana ini akan sangat berdampak fatal pada pertumbuhan tanaman, hingga penurunan hasil panen dan bahkan bisa terancam gagal panen.
 

"Kami berharap, pihak pemerintah daerah Kabupaten Garut dalam hal ini Dinas Pertanian, Pak Bupati Garut. mohon kiranya agar bisa memberikan bantuan peralatan penunjang antisipasi kekeringan. Mungkin paralon, selang atau mesin untuk siram tanaman," pintanya.
 

Untuk menunjang ekonomi dan kebutuhan keluarga sehari-hari, hasil panen ini sangat dibutuhkannya. makanya Jajang berharap ada langkah antisipasi dari Pemerintah Kabupaten Garut.
 

"Mungkin kami salah satunya yang mengalami kekeringan. petani lainnya juga banyak mengeluhkan hal sama," katanya. (Ndy)

Bagikan:

forum Komentar

Tulis Komentar

Anda berkomentar sebagai Tamu

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan untuk artikel ini.

Iklan BJB