Rekrut Bobotoh Berusia Medium, Boboko Distrik Garut Gelar Rakor Persiapan Calon Pengurus di Cafe Bumi Kopi
HARIANGARUT.NEWS - Loyalitas pendukung klub sepakbola Persib Bandung, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Bobotoh, merupakan fenomena sosial dan kultural yang kompleks serta mencerminkan keterlibatan aktif dalam konstruksi identitas kolektif.
Mereka merupakan elemen penting bagi Persib. Keberadaan Bobotoh tidak hanya dimaknai sebagai bentuk dukungan terhadap klub, tetapi juga sebagai warisan keluarga, simbol kebanggaan daerah, ekspresi identitas pribadi, serta bagian dari nilai dan solidaritas sosial.

Tak terkecuali bobotoh yang ada di Kabupaten Garut. Tampak pada Kamis (04/06/2026) di Cafe Bumi Kopi, Jalan Otista, Kecamatan Tarogong Kidul, komunitas Boboko (Bobotoh Kolot) Distrik Garut menggelar rapat koordinasi guna merumuskan calon pengurus, setelah sebelumnya melakukan pendekatan terstruktur, rekrutmen, dan pendaftaran.
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Boboko Distrik Garut, Roni Faisal Adam menuturkan, dukungan tanpa batas dari para Boboko membuktikan bahwa Persib adalah gairah yang tak lekang oleh waktu. Kesetiaan ini, kata dia, bukan sekadar hobi, melainkan memori, terapi kesehatan mental, dan cara merawat jiwa muda dalam mendukung klub sepakbola.

"Inilah kami para Bobotoh Kolot yang bisa setia mengidolakan satu klub saja selama bertahun tahun, walau pemain dan pelatihnya berganti-ganti, kami tetap mendukung Persib. Kami sama sekali tidak terlalu mengikuti liga-liga dari luar negeri, dari era kompetisi perserikatan hingga liga modern saat ini hanya Persib satu-satunya klub sepakbola yang menjadi kebanggaan," tandas Plt. Ketua Boboko Distrik Garut.
Ia mengatakan, adapun pertemuan dalam rapat selain menjalankan program dari pengurus Boboko Pusat, juga terkait pembahasan acara Kopi Darat (Kopdar) dengan para anggota Boboko untuk mengagendakan pembentukan pengurus dan kegiatan lainnya yang rencananya akan dilaksanakan di kawasan kebun teh, Cafe Warung Teko, Dayeuh Manggung, Kecamatan Cilawu, pada Sabtu (05/06/2026).

Plt. Ketua Boboko Distrik Garut, Roni Faisal Adam
"Sebelumnya kami gencar melalui media sosial mengajak bobotoh di Garut yang sudah berusia 35 tahun ke atas untuk bergabung dengan komunitas Boboko ini. Ternyata kalau bicara Persib antusiasnya luar biasa. Banyak masyarakat dari berbagai profesi yang mendaftar, mulai dari pejabat pemkab Garut, anggota polri, guru, tenaga kesehatan, pengusaha, praktisi media dan lainnya. Nah jadi karena anggota resmi sudah ada, rencananya pada Sabtu 5 Juni 2026 besok, kita akan membahas calon pengurus Boboko Distrik Garut di Warung Teko Cilawu," ungkap Roni.
Dalam kesempatan yang sama, pentolan Boboko Distrik Garut, Wak Jalu didampingi Wak H. Didi dan mang Wibi mengatakan, kecintaan Bobotoh kepada Persib adalah bentuk loyalitas emosional mendalam yang sering kali melampaui batas rasionalitas. Fenomena ini, kata dia, seringkali membuat jutaan Bobotoh bersedia mendedikasikan waktu, materi, dan energi untuk mendukung tim kebanggaan Maung Bandung.

"Rivalitas pada kompetisi sepakbola, memberikan gairah yang menggelora. Namun, rasa itu harus dikelola menjadi rivalitas yang sehat dan dewasa. Dan tentunya kita selaku bobotoh yang sudah berusia medium, sejatinya harus memberikan contoh-contoh yang baik kepada yang lain. Apalagi sekarang anggota Boboko sudah tersebar di berbagai negara seperti Jepang, Perancis, Montonegro dan di negara lainnya," terang Wak Jalu.
Dia melanjutkan, Boboko harus menjadi instrumen dalam meredam segala perbedaan yang ada agar bisa menghasilkan perdamaian antar suporter. Dan pendirian Boboko Distrik Garut ini, imbuh Wak Jalu, harus menjadi momen yang tepat guna memberikan himbauan kepada semua supporter yang ada di seluruh Indonesia untuk membuang semua ego dan rivalitas demi menghindari pertikaian baik di dalam maupun luar stadion.***(Igie)