PSM Kecamatan Kersamanah Salurkan Bantuan kepada Korban Longsor di Cisarua Bandung Barat
HARIANGARUT.NEWS - Bencana longsor besar menerjang Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat pada Sabtu dini hari (24/1/2026) lalu. Material longsor menimbun permukiman warga secara tiba-tiba, menyebabkan ratusan korban jiwa, puluhan rumah rusak dan tertutup lumpur.
Pada kesempatannya, Minggu (01/02/2026), Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Kecamatan Kersamanah Kabupaten Garut menyalurkan bantuan logistik ke lokasi bencana longsor di jalan Sukaraja RT03/04, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat untuk membantu para korban yang terdampak bencana. Sebelumnya, PSM Kersamanah juga kerap membantu korban bencana di berbagai daerah dan wilayah yang ada di pelosok Nusantara.
Salah seorang pengurus PSM Kecamatan Kersamanah, Yani mengungkapkan, Bhakti sosial tersebut merupakan sebagai bentuk kepedulian warga desa yang ada di Kecamatan Kersamanah. Pihaknya menyalurkan donasi untuk kebutuhan darurat pengungsi terdampak longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
"Mari kita hadirkan harapan di tengah duka. Uluran tangan kita hari ini sangat berarti untuk membantu para korban bertahan dan bangkit dari musibah. Sekecil apa pun bantuan yang ditunaikan, insyaAllah menjadi penyambung kehidupan dan harapan baru bagi mereka yang sedang berjuang di tengah bencana. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga yang terdampak bencana," ungkapnya.
Yani, yang menjabat sebagai bendahara PSM Kecamatan Kersamanah tersebut mengungkapkan, sejauh ini PSM di wilayahnya telah mampu mendukung berbagai program yang digencarkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos). Ia menyebut pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat untuk menyamakan data serta memetakan kebutuhan warga terdampak.
"Tadi kami bersama-sama pengurus PSM lainnya telah menyalurkan bantuan berupa 15 karton mie instan, 1 karton minyak kemasan, 1 kas telor, 1 karung beras dan puluhan dus air mineral. Kami mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama mengulurkan tangan dan mengirimkan bantuan sesuai kemampuan masing-masing bagi saudara-saudara kita yang terdampak longsor,” tandasnya.
Yani menuturkan, berdasarkan informasi dari pemerintah setempat, pihaknya mencatat hingga hari Minggu per 1 Februari 2026, jumlah korban terdampak mencapai 158 jiwa, dengan 78 orang selamat. Sementara itu, 70 orang korban telah dievakuasi dan 10 orang lainnya diperkirakan masih tertimbun material longsoran.***