Sabtu, 4 Juli 2026
lock
Iklan Header
Beranda / Berita / PKBM Tulip Rancabango Garut, Alat Pemulihan Martabat Sosial Bagi Mereka yang Putus Sekolah
MIMBAR EDUKASI Selasa, 9 Juni 2026 - 17:03

PKBM Tulip Rancabango Garut, Alat Pemulihan Martabat Sosial Bagi Mereka yang Putus Sekolah

person Admin | visibility 191
PKBM Tulip Rancabango Garut, Alat Pemulihan Martabat Sosial Bagi Mereka yang Putus Sekolah

HARIANGARUT.NEWS - Di tengah dinamika kehidupan dan tantangan akses pendidikan yang beragam, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) hadir sebagai solusi konkret dari pemerintah dan masyarakat untuk menjamin hak pendidikan bagi semua warga negara. Lembaga pendidikan nonformal tersebut tak hanya memberi layanan setara dengan sekolah formal, tetapi juga membuka jalan bagi peserta didik untuk tumbuh, belajar, dan berdaya.

 

Seperti halnya PKBM Tulip yang beralamat di Kampung Kudangsari RT03/05, Desa Rancabango, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, adalah bukti nyata bahwa pendidikan tidak harus berlangsung di ruang kelas formal dan dapat dilangsungkan di berbagai tempat di tengah berbagai keterbatasan masyarakat.

 

PKBM dibawah naungan Yayasan Trisula Bhakti Sejahtera ini menawarkan berbagai pendekatan yang berorientasi pada kebutuhan nyata. PKBM Tulip turut berupaya menjawab tantangan pendidikan di Kabupaten Garut dengan pendekatan berbasis masyarakat, keterampilan, dan kontekstualisasi lokal.

 

Ditemui disela-sela kegiatannya, Selasa (09/06/2026), Ketua PKBM Tulip, Rini Laelani S.Pd mengungkapkan, salah satu daya tarik utama PKBM Tulip adalah fleksibilitasnya. Hal ini, kata dia, menjadi solusi bagi masyarakat yang bekerja, ibu rumah tangga, atau anak-anak dan remaja putus sekolah yang memiliki keterbatasan waktu.

"Fleksibilitas ini tercermin dari metode pembelajaran yang bisa diselenggarakan secara tatap muka, daring, atau blended learning. Dengan pendekatan yang adaptif, proses belajar bisa memungkinkan siapa pun untuk belajar tanpa rasa takut atau malu," ungkap Rini.

 

Dia melanjutkan, PKBM yang dipimpinnya tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik semata, tetapi juga menekankan pembelajaran kontekstual yang berbasis kebutuhan lokal dan kehidupan nyata. Peserta didik, imbuhnya, tidak hanya belajar mata pelajaran umum tetapi juga diberikan pendidikan kecakapan hidup, kewirausahaan, literasi keuangan, keterampilan digital, hingga pelatihan berbasis potensi lokal seperti pertanian, menjahit, atau komputer.

 

"Hal ini memungkinkan peserta didik tidak hanya “lulus sekolah”, tetapi juga siap hidup dan bekerja, bahkan menjadi pelaku perubahan di lingkungannya. Tidak ada kata terlambat untuk belajar di PKBM Tulip, baik anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga lansia semua bisa menjadi warga belajar," tandasnya.

 

Jadi menurut Rini, hal ini menjadi solusi nyata bagi mereka yang sempat terputus dari dunia pendidikan karena kondisi ekonomi, sosial, atau geografis. Dengan sistem paket kesetaraan (Paket B dan C) yang diakui secara nasional, PKBM Tulip menyediakan jalur alternatif yang setara dengan pendidikan formal. Di sisi lain, kata Rini, semangat inklusi ini menjadikan pendidikan lebih demokratis dan adil, menciptakan ruang bagi partisipasi semua warga untuk berkembang dan berdaya.

 

"Ijazah yang diperoleh dari PKBM Tulip tentunya bersifat legal dan diakui oleh negara sehingga memiliki bobot yang sama dengan ijazah dari sekolah formal. Lulusan Paket C, misalnya, dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, mengikuti seleksi kerja formal, atau mendaftar dalam program pelatihan profesional. Ini sangat penting untuk membuka kembali pintu peluang yang sebelumnya tertutup, atau bahkan berwirausaha dengan legitimasi administratif yang sah. PKBM Tulip turut menjadi alat pemulihan martabat sosial dan ekonomi bagi mereka yang sebelumnya terpinggirkan," terang Rini.

 

Selain itu, lanjut Rini, proses belajar dirancang dalam bentuk partisipatif dengan mengajak peserta didik belajar berdiskusi, bekerja sama dalam kelompok, dan mengekspresikan pendapat. Ini melatih mereka untuk menjadi pribadi yang percaya diri, kritis, dan aktif dalam kehidupan sosial. Tak hanya kompetensi teknis, imbuhnya, namun juga penguatan karakter dan jati diri sebagai warga yang berdaya dan berkontribusi.

 

"Anak putus sekolah terdampak dari banyak faktor, misal berasal dari dalam diri anak yang disebabkan malas untuk pergi ke sekolah karena merasa minder, tidak dapat bersosialisasi dengan lingkungan sekolahnya, sering dicemohkan karena tidak mampu membayar kewajiban biaya sekolah, dan masih banyak alasan lain yang menjadikan angka putus sekolah trus meningkat. Nah, PKBM Tulip adalah jawaban tepat bagi siapapun yang ingin melanjutkan pendidikan atau meraih ijazah setara. Dengan berbagai keunggulan, fasilitas lengkap, dan program yang mendukung, kami berkomitmen untuk mengantarkan peserta didik menuju masa depan yang lebih cerah," pungkasnya.

 

Mengapa Memilih Sekolah Paket di PKBM Tulip? Ini Keunggulannya!
PKBM Tulip bukan sekadar lembaga pendidikan biasa. Kami memiliki fondasi kuat dan telah terbukti memberikan pendidikan terbaik:

 

Memiliki NPSN Resmi dari Kemdikdasmen : Legalitas kami diakui secara nasional, menjamin keabsahan ijazah yang Anda peroleh.

 

Memiliki Izin Operasional Resmi dari Dinas Pendidikan : Ini menegaskan bahwa operasional kami memenuhi standar dan regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah daerah.

 

TERAKREDITASI : Akreditasi adalah bukti komitmen kami terhadap kualitas pendidikan yang tinggi. Anda bisa tenang bahwa program belajar kami telah memenuhi standar mutu yang ditetapkan.

 

Telah Meluluskan Banyak Alumni : Ratusan alumni telah berhasil meraih ijazah melalui PKBM Tulip, membuktikan rekam jejak keberhasilan kami.

 

Lulusan Telah Banyak Diterima di Berbagai Perusahaan : Ijazah dari PKBM Tulip membuka pintu bagi Anda untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, baik di sekolah menengah maupun perguruan tinggi.***(Inay)

Bagikan:

forum Komentar

Tulis Komentar

Anda berkomentar sebagai Tamu
D
Diaz abdulah
3 minggu yang lalu
Wih... Asik sekali belajar di PKBM tulip... Beda dengan sekolah lain... 😋
Iklan BJB