Peringati HANI, Owner Good Story Cafe Ajak Pelanggan Jadi Agen Kampanye Anti Narkoba
HARIANGARUT.NEWS - Sebuah terobosan dilakukan pengelola Good Story Cafe, di Jalan Jendral Sudirman, Copong, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut. Cafe ini berkomitmen para pengunjungnya dilarang mengonsumsi minuman keras dan obat-obatan terlarang lainnya (Narkoba).
Good Story Cafe berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan nyaman bagi seluruh pengunjung. Melalui kegiatan "AKSI BERSINAR (Bersih Narkoba) & Anti Miras", pihaknya mengajak seluruh masyarakat, pelanggan, komunitas, dan generasi muda untuk bersama-sama menjauhi narkoba serta minuman keras demi masa depan yang lebih baik.
"Bertepatan dengan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) yang diperingati setiap tanggal 26 Juni, ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali komitmen kami dalam memerangi peredaran gelap narkotika. Kami ingin mengingatkan bahwa narkoba bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan ancaman nyata yang mampu menghancurkan fondasi masa depan generasi muda," lantang Owner Good Story Cafe, Wendy Gunawan, kepada hariangarut.news, Kamis (25/06/2026).
Wendy menegaskan, sebagai bentuk kesungguhan dan komitmennya, seluruh jajaran manajemen Good Story Cafe siap menunjukkan bahwa pihaknya bersih dari segala bentuk penyalahgunaan narkotika melalui deteksi dini berupa pemeriksaan urine. Kegiatan ini, kata dia, merupakan wujud nyata dukungan dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan bebas dari narkoba.
"Mari jadikan Good Story Cafe sebagai tempat berkumpul yang positif, kreatif, dan penuh inspirasi. Nikmati suasana hangat, hiburan musik berkualitas, serta berbagai menu favorit di Good Story Cafe. Bersama kita wujudkan lingkungan yang sehat, produktif, dan penuh cerita baik," tandasnya.
Menurut Wendy, Narkoba memiliki daya rusak yang luar biasa terhadap penggunanya. Efek ketergantungan dan kerusakan zat kimia di dalamnya menyerang organ paling vital manusia. Selain penegakan hukum yang tegas, imbuhnya, masyarakat juga jangan tidak tinggal diam. Peran aktif memantau lingkungan sekitar menjadi kunci deteksi dini peredaran barang haram ini.
“Orang yang sudah terkena dan terjerat narkoba, bisa dikatakan hidup ya tidak, matipun ya tidak, karena saraf otaknya sudah rusak. Menghadapi ancaman ini, kerja keras satu lembaga saja tidak akan cukup. Diperlukan tindakan preventif dan represif yang terintegrasi," ungkap Wendy.

Apa yang dicanangkan Good Story Cafe, lanjut Wendy, tujuannya jelas mempersempit ruang gerak para pengedar dan memastikan penegakan hukum berjalan tanpa pandang bulu demi mewujudkan Garut Bersinar (Bersih Narkoba).
"Dalam pelaksanaannya, kita memetakan dua jalur penanganan yang humanis namun tetap tegas dalam memerangi narkoba. Pengguna narkoba pada hakikatnya adalah korban yang membutuhkan pertolongan. Oleh karena itu, langkah terbaik adalah melaporkannya ke instansi atau stakeholder terkait untuk mendapatkan rehabilitasi medis dan sosial. Dengan penanganan yang tepat, mereka diharapkan bisa sembuh total dan kembali diterima di lingkungan masyarakat,” jelas Wendy.
Sementara, kata dia, berbeda dengan pengguna, pihak-pihak yang menjadi dalang, pengedar, atau bandar narkoba harus ditindak tanpa ampun. Melalui momentum HANI 2026 ini, Wendy mengajak seluruh elemen masyarakat Garut merapatkan barisan.
"Masyarakat diminta segera melaporkan indikasi aktivitas ini kepada Aparat Penegak Hukum (APH) agar para pelaku mendapat sanksi pidana yang seberat-beratnya. Menjauhkan diri dari narkoba dan berani melapor adalah langkah awal menyelamatkan anak-cucu kita dari kehancuran saraf dan masa depan yang suram,” pungkas Wendy Gunawan.***