Sabtu, 4 Juli 2026
lock
Iklan Header
Beranda / Berita / Percepat Layanan Kepegawaian ASN, Bupati Garut Apresiasi Peran BKD Luncurkan Inovasi "Rancage dan Satata"
PEMKAB GARUT Kamis, 18 Juni 2026 - 10:37

Percepat Layanan Kepegawaian ASN, Bupati Garut Apresiasi Peran BKD Luncurkan Inovasi "Rancage dan Satata"

person Admin | visibility 99
Percepat Layanan Kepegawaian ASN, Bupati Garut Apresiasi Peran BKD Luncurkan Inovasi "Rancage dan Satata"

HARIANGARUT.NEWS – Pemerintah Kabupaten Garut melalui Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Garut meluncurkan Inovasi Ruang Akselerasi Integrasi Layanan Kepegawaian (RANCAGE-Garut) dan Sistem Akses Terpadu Tata Kelola (SATATA) sebagai upaya mempercepat dan mengintegrasikan layanan kepegawaian bagi ASN.

 

Hadir dalam kegiatan, Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kabupaten Garut, Kristanti Wahyuni, para Kepala SKPD, para Camat, beserta para pejabat eselon tiga lainnya. Acara berlangsung di Aula Kampus 4 Universitas Garut (Uniga), Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul, Kamis (18/6/2026).

 

Bupati Garut mengapresiasi hadirnya kedua inovasi tersebut. Menurutnya, RANCAGE-Garut dan SATATA akan menghadirkan sistem tata kelola ASN yang lebih cepat, terintegrasi, dan akurat.

 

"Ini salah satu langkah yang menurut saya signifikan. Kita akan melakukan revolusi besar-besaran dari pengelolaan sumber daya manusia (SDM) ASN di Kabupaten Garut," ujar Bupati Garut.

 

Syakur menegaskan, bahwa pelayanan pemerintahan tidak hanya ditujukan kepada masyarakat, tetapi juga harus diwujudkan melalui tata kelola yang baik bagi ASN sebagai pelaksana pelayanan publik.

 

"Penerapan sistem digital yang terintegrasi diharapkan mampu mendukung peningkatan Indeks Profesionalitas ASN sekaligus memperkuat profil pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut. Ketersediaan data yang akurat dan terintegrasi juga akan membantu pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran, khususnya dalam pengembangan kompetensi ASN," tandasnya.

 

Penguatan sistem manajemen ASN berbasis digital, kata Bupati, menjadi salah satu langkah strategis untuk mendukung terciptanya birokrasi yang profesional, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan pelayanan publik.

 

"Ini adalah satu terobosan baru dan saya harapkan bisa dilaksanakan dengan penuh komitmen dari kita semua," pungkas Bupati Garut.

Sementara, Kepala BKD Kabupaten Garut, Kristanti Wahyuni, dalam keterangannya menyampaikan, tantangan birokrasi saat ini menuntut pemerintah untuk menghadirkan layanan yang lebih cepat, lebih transparan, lebih akuntabel, dan mampu beradaptasi terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan masyarakat yang terus berubah.

 

"Oleh karena itu, pengelolaan ASN tidak lagi dapat dilakukan secara konvensional. Diperlukan tata kelola yang terintegrasi, berbasis data, dan didukung sistem yang mampu mempercepat pelayanan sekaligus meningkatkan kualitas pengambilan keputusan," ujar Kristanti.

 

Hal tersebut, lanjut Kepala BKD, sejalan dengan amanat dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, yang menegaskan bahwa ASN harus berorientasi pada pelayanan, dengan komitmen untuk melakukan perbaikan tiada henti.

 

"Semangat perbaikan yang berkelanjutan tersebut menjadi landasan bagi Pemerintah Kabupaten Garut untuk terus melakukan transformasi tata kelola pemerintahan, termasuk dalam bidang manajemen ASN. RANCAGE-GARUT hadir sebagai sebuah kerangka transformasi tata kelola ASN yang mengintegrasikan kebijakan, proses bisnis, standar operasional prosedur, alur kerja, pengendalian, evaluasi layanan, serta pemanfaatan teknologi informasi dalam satu ekosistem yang saling terhubung," ungkapnya.

 

Inovasi ini, kata dia, tidak hanya berorientasi pada digitalisasi layanan, tetapi juga mendorong perubahan budaya kerja birokrasi agar lebih responsif, efektif, efisien, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil.

 

"Nama "RANCAGE" diambil dari kearifan lokal Sunda yang bermakna cekatan, terampil, sigap, dan cerdas dalam bertindak. Filosofi tersebut mencerminkan semangat Pemerintah Kabupaten Garut untuk membangun birokrasi yang semakin adaptif, profesional, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada ASN maupun masyarakat," tuturnya.

Sebagai implementasi operasional dari RANCAGE-GARUT, imbuh Kristanti Wahyuni, Pemerintah Kabupaten Garut meluncurkan SATATA atau Sistem Akses Terpadu Tata Kelola ASN. SATATA menjadi pintu masuk terpadu bagi seluruh layanan kepegawaian yang dapat diakses oleh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut.

 

"Sistem ini menghadirkan berbagai fitur strategis, antara lain Layanan administrasi kepegawaian, Monitoring layanan secara real time, Advokasi dan konsultasi ASN, E-learning, Informasi regulasi dan e-book kepegawaian, dan Dashboard pimpinan untuk mendukung pengendalian dan pengambilan kebijakan," beber Kristanti.

 

Dia melanjutkan, dalam perspektif budaya Sunda, SATATA memiliki makna sejajar, setara, dan sama rata. Filosofi tersebut merepresentasikan komitmen Pemerintah Kabupaten Garut untuk menghadirkan akses layanan kepegawaian yang adil, mudah, dan setara bagi seluruh ASN tanpa membedakan jabatan maupun unit kerja.

 

"Keberadaan RANCAGE-GARUT dan SATATA diharapkan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan tata kelola ASN yang modern dan berkelanjutan. Transformasi birokrasi tidak hanya berbicara tentang teknologi, tetapi juga tentang bagaimana membangun sistem kerja yang terintegrasi, budaya kerja yang kolaboratif, serta pengelolaan sumber daya manusia yang profesional dan berbasis data. RANCAGE-GARUT dan SATATA menjadi bagian dari upaya besar tersebut," ungkapnya.

 

Melalui inovasi ini, sambungnya, Pemerintah Kabupaten Garut menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat manajemen ASN melalui pemanfaatan teknologi informasi, integrasi data, peningkatan kualitas layanan, serta pengembangan kompetensi ASN secara berkelanjutan.

 

"Kedepan, RANCAGE-GARUT dan SATATA diharapkan menjadi fondasi bagi terwujudnya tata kelola ASN yang semakin profesional, adaptif, dan berintegritas, sekaligus mendukung terciptanya pelayanan publik yang lebih berkualitas bagi masyarakat Kabupaten Garut. Bukan sekadar digitalisai layanan, tetapi transformasi tata kelola ASN menuju birokrasi yang lebih cepat, terintegrasi, dan berdampak," pungkas Kepala BKD Garut.***(Igie)

Bagikan:

forum Komentar

Tulis Komentar

Anda berkomentar sebagai Tamu

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan untuk artikel ini.

Iklan BJB