Rabu, 19 Agustus 2026
lock
Iklan Header
Beranda / Berita / Kuasai Materi, Anindita Nahda Rukmana Juara I Lomba Pidato Porsadin Tingkat Kecamatan Cibatu
MIMBAR EDUKASI Senin, 20 Juli 2026 - 03:50

Kuasai Materi, Anindita Nahda Rukmana Juara I Lomba Pidato Porsadin Tingkat Kecamatan Cibatu

person Admin | visibility 106
Kuasai Materi, Anindita Nahda Rukmana Juara I Lomba Pidato Porsadin Tingkat Kecamatan Cibatu

HARIANGARUT.NEWS - Riuh semangat, lantunan sholawat, dan sorak dukungan para pendamping mewarnai pelaksanaan Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) Tingkat Kecamatan Cibatu Tahun 2026 yang dilaksanakan di MDT Miftahul Hikmah, Kp. Cileles, Desa Cibunar, pada Minggu (21/07/2026). Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan bagi santri Madrasah Diniyah untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus memperkuat karakter melalui kompetisi yang sehat dan bernilai edukatif.

 

Berbagai cabang perlombaan dipertandingkan dalam kegiatan tersebut, antara lain Tahfidz Juz Amma, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Murottal wal Imla’, Pidato Bahasa Indonesia, Pidato Bahasa Arab, Adzan, dan Puisi Islami. Seluruh peserta mengikuti rangkaian perlombaan dengan penuh semangat, disiplin, dan sportivitas.

 

Salah satu cabang yang mendapat perhatian khusus adalah Lomba Puisi. Selain menjadi sarana pengembangan kemampuan literasi dan apresiasi sastra, lomba ini juga bertujuan menanamkan nilai-nilai keislaman melalui karya sastra yang edukatif dan inspiratif.

 

Adalah Anindita Nahda Rukmana, santriwati berbakat dari MDT Al-Ianah, Kampung Babakan Cau, Desa Wanakerta, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, berhasil meraih Juara I dalam cabang lomba Pidato Bahasa Indonesia di ajang Porsadin tingkat Kecamatan Cibatu. Prestasi ini diraih di tengah persaingan ketat yang diikuti oleh santri-santri terbaik.

 

Dengan penuh rasa syukur, Anindita, putri dari Igie N. Rukmana dan Reni Rachmawati ini menceritakan betapa besar usaha yang ia curahkan untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi ini. Dalam penilaiannya, peserta tidak hanya dinilai dari aspek teknik pembacaan, tetapi juga penghayatan, ekspresi, artikulasi, dan kemampuan menyampaikan pesan yang terkandung dalam puisi.

 

"Saya sangat bersyukur atas pencapaian ini. Ini adalah hasil dari doa, kerja keras, dan bimbingan dari para guru serta dukungan keluarga dan teman-teman. Saya berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi saya dan teman-teman untuk terus belajar dan berusaha lebih baik lagi," ujar Anindita.

 

Pidato Bahasa Indonesia yang disampaikan Anindita mendapat apresiasi tinggi dari para juri berkat kemampuannya dalam menyampaikan materi dengan fasih, lugas, dan penuh percaya diri. Pesan yang ia sampaikan berhasil menyentuh hati para penonton, menunjukkan kematangan dan kedalaman pemahaman bahasa yang dimilikinya.

 

Keberhasilan Anindita tidak hanya membuat dirinya bangga, tetapi juga membawa kebahagiaan besar bagi guru-guru di madrasah Al-Ianah, salah satunya, Enong. Menurutnya, puisi merupakan salah satu media yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, keimanan, dan akhlak kepada generasi muda. Melalui puisi, kata dia, peserta belajar memahami dan mengkomunikasikan pesan-pesan moral secara baik dan santun.

 

"Saya sangat bangga dan terharu melihat Anindita meraih prestasi ini. Ia telah bekerja keras dan menunjukkan dedikasi yang luar biasa dalam mempersiapkan pidatonya. Kemenangan ini adalah bukti bahwa dengan semangat dan ketekunan, kita bisa meraih hasil terbaik," ungkapnya.

 

Usai mengikuti ajang ini, lanjut Enong, Anindita dan peserta lainnya yang berhasil memenangkan lomba di tingkat kecamatan akan mengikuti Porsadin Tingkat Kabupaten yang akan dilaksanakan di Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut.

 

"Kehadiran berbagai cabang lomba tersebut menunjukkan bahwa pendidikan madrasah diniyah tidak hanya menekankan penguatan ilmu agama, tetapi juga memberikan ruang pengembangan keterampilan, kreativitas, daya juang, dan kepercayaan diri santri. Bagi para juara yang lolos di tingkat Kecamatan nanti akan diperlombakan di Tingkat Kabupaten bertempat di Kecamatan Cikajang," beber Enong.

Anindita Nahda Rukmana bersama sang ibu Reni Rachmawati.

 

Ajang Porsadin Ke-VII Tahun 2026 ini bukan hanya sekedar kompetisi, tetapi juga wadah untuk mengembangkan bakat dan potensi para santri di bidang olahraga dan seni, termasuk dalam penguasaan bahasa Indonesia dan Arab.

 

Prestasi yang diraih Anindita ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi santri-santri lain untuk terus berprestasi dan mengembangkan kemampuan mereka, baik di bidang akademik maupun non-akademik.

 

Kemenangan Anindita Nahda Rukmana ini adalah bukti nyata bahwa dedikasi, kerja keras, dan dukungan yang baik dapat menghasilkan prestasi yang gemilang. Dengan semangat yang terus membara, Anindita kini menjadi teladan bagi rekan-rekannya, membawa harapan untuk masa depan yang cerah dan penuh prestasi.

 

Prestasi ini juga menjadi kebanggaan bagi kedua orangtua Anindita. Mereka mengaku bangga memiliki putri yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat Kecamatan, yang kelak berharap akan mengharumkan nama Kabupaten Garut, Jawa Barat, hingga Nasional.

 

"Tentu bangga Anindita lolos juara 1 lomba pidato tingkat kecamatan, bakatnya memang sudah terlihat. Dia sangat fasih dan jelas kalau bicara. Ini juga merupakan hasil kerja keras dan latihannya secara konsisten. Seperti anak panah yang melesat harus memiliki tujuan, begitupun Anindita yang harus fokus terhadap tujuan di depannya,” tuturnya.

 

Igie, yang juga Pemimpin Redaksi Harian Garut News mengatakan, Porsadin menjadi momentum penting untuk mempererat ukhuwah antar santri sekaligus membangun budaya kompetisi yang sehat dan produktif. Melalui kegiatan Porsadin, kata dia, santri tidak hanya belajar menjadi juara, tetapi juga belajar menghargai proses, menghormati lawan, dan membangun semangat kebersamaan, pungkasnya.***

Bagikan:

forum Komentar

Tulis Komentar

Anda berkomentar sebagai Tamu

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan untuk artikel ini.

Iklan BJB