KKNT Inovasi IPB University Ajak Petani Hutan dan Siswa Wangunjaya Dukung Penghijauan
Bilqis Hasna Qotrunnada Hendayana - Nira Nur Fatimatuz Zahra
HARIANGARUT.NEWS - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi IPB University Tahun 2026 melaksanakan salah satu program pengabdian kepada masyarakat bertajuk SeniMan (Persemaian dan Penanaman) di Desa Wangunjaya, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut.
Program ini dirancang sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai teknik persemaian tanaman kehutanan dan tanaman perkebunan sebagai langkah awal dalam mendukung penghijauan serta pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.
Kegiatan persemaian dilaksanakan pada 15-16 Juli 2026 di Desa Wangunjaya dengan melibatkan masyarakat dari enam desa di Kecamatan Bungbulang. Selain petani hutan Desa Wangunjaya sebagai tuan rumah, kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Desa Mekarjaya, Sinarjaya, Tegalega, Bojong, dan Mekarbakti. Kehadiran peserta dari berbagai desa diharapkan dapat memperluas penyebaran pengetahuan sehingga manfaat program tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Desa Wangunjaya, tetapi juga desa-desa di sekitarnya.
"Terima kasih atas kunjungannya dan bimbingannya sehingga kami bisa melaksanakan jaga leuweung menyemai 5000 benih diantaranya gmelina,sengon, dan kopi. Sekali lagi terima kasih atas bimbingan dari adik adik KKNT IPB mudah-mudahan ilmunya berkah," ujar Heri, salah seorang Jaga Leuweung dari Desa Wangunjaya.
Materi yang diberikan berfokus pada teknik dasar persemaian, mulai dari pengenalan jenis benih, persiapan media semai, proses penyemaian, hingga perawatan bibit agar memiliki tingkat keberhasilan tumbuh yang optimal. Peserta melakukan praktik penyemaian beberapa jenis benih, yaitu jati putih (Gmelina arborea), sengon (Falcataria falcata), dan kopi (Coffea sp.). Ketiga jenis tanaman tersebut dipilih karena memiliki nilai ekologis dan ekonomi yang tinggi serta berpotensi dikembangkan sesuai dengan kondisi wilayah setempat.
Pelaksanaan kegiatan dikemas secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, demonstrasi, dan praktik langsung sehingga peserta dapat memahami setiap tahapan persemaian dengan lebih baik. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan masyarakat untuk memproduksi bibit tanaman secara mandiri sebagai bekal dalam mendukung kegiatan penghijauan maupun pengembangan komoditas unggulan desa. Selain itu, kami menyerahkan buku panduan sebagai luaran kegiatan agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan menjadi referensi dalam pelaksanaan persemaian secara mandiri dan berkelanjutan.
Melalui program SeniMan, mahasiswa KKNT Inovasi IPB University berharap dapat memperkuat kapasitas petani hutan dalam menghasilkan bibit berkualitas sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya penyediaan bibit unggul sebagai langkah awal pelestarian lingkungan dan pengembangan sektor kehutanan maupun perkebunan di wilayah Kecamatan Bungbulang.
Rangkaian program SeniMan kemudian dilanjutkan dengan kegiatan penanaman bersama siswa/i SMPN 5 Bungbulang pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kepedulian siswa terhadap lingkungan sekaligus memberikan pengalaman langsung mengenai pentingnya pohon dan penghijauan bagi keberlanjutan lingkungan. Kegiatan diawali dengan sosialisasi dan pemaparan materi mengenai kepedulian terhadap lingkungan, pentingnya pohon bagi kehidupan, teknik penanaman yang baik dan benar, serta pengenalan ekoenzim. Sebagai upaya mengukur pemahaman siswa, kegiatan dilengkapi dengan pre-test dan post-test yang diberikan sebelum dan setelah penyampaian materi.
Setelah memperoleh materi, siswa kemudian mengikuti praktik penanaman secara langsung. Siswa diajak menerapkan teknik penanaman yang telah disampaikan, mulai dari persiapan lubang tanam, penempatan bibit, hingga penutupan dan pemeliharaan awal tanaman. Kegiatan praktik ini diharapkan dapat memberikan pengalaman nyata kepada siswa sekaligus menumbuhkan rasa peduli dan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Melalui kegiatan tersebut, program SeniMan tidak hanya berfokus pada penyediaan bibit melalui kegiatan persemaian, tetapi juga memberikan edukasi lingkungan dan pengalaman praktik kepada generasi muda. Melalui integrasi antara pengetahuan dan praktik secara langsung, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran siswa akan pentingnya menjaga lingkungan serta mendorong keberlanjutan upaya penghijauan di Desa Wangunjaya dan sekitarnya. **"