Keliling Tiap UPT Usai Dilantik Bupati, Kadisparbud Garut Soroti Kasus di Pantai Santolo
HARIANGARUT.NEWS - Masih maraknya pungli di kawasan objek wisata oleh oknum tertentu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika, sebut sedang melakukan diskusi untuk melakukan pembenahan, khususnya di Pantau Santolo, yang beberapa waktu lalu telah terjadi permasalahan pungli yang berdampak adanya korban kriminal.
"Memang ini yang sedang kita diskusikan, saya juga mohon waktu, saya ini baru beberapa hari di Dinas Pariwisata, saya lagi pemetaan, lagi belanja masalah kurang lebih seperti apa," ujar Beni, Senin (19/01/2026).
Saat ini, lanjut Beni, selama seminggu kebelakang dirinya keliling ke beberapa UPT destinasi wisata untuk menginventarisir, mempetakan permasalahan yang ada dan mencarikan solusi kedepannya seperti apa. Menurutnya, di masing-masing destinasi wisata memang permasalahannya beda-beda. Namun yang spesifik karena kemarin sudah ada kejadian adalah di Pantai Santolo.
"Saya fokus dulu untuk penyelesaian kemarin yang di Santolo. Kita sudah kumpulkan Forkopimcam, tokoh masyarakat yang ada di sana termasuk pelaku usaha, pelaku bisnis di sana, termasuk kawan-kawan kita di UPT," jelas Beni.
Dari hasil tersebut, lanjut Beni, dirinya telah mendapatkan gambaran, ada target dan langkah strategis, apalagi kedepan menjelang liburan Hari Raya Idul Fitri. Sehingga, Disparbud Garut akan maraton mencari solusi.
"Saya belum berani memutuskan seperti apa, tapi saya sedang mengkaji inventarisasi masalah yang kemarin ada di lapangan," kata Beni.
Selain itu, Beni juga menyebut, dirinya sedang mendalami kondisi di internal maupun eksternal Disparbud Garut dalam pengelolaan objek wisata di Kabupaten Garut. Hal ini kata Beni, menjadi PR secara pribadi dan kelembagaan kedinasan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada, salah satunya tidak ada lagi pegawai yang status Sukwan.
"Sekarang kan sudah tidak ada Sukwan lagi, terakhir keputusan pemerintah masuk P3k Paruh Waktu. Ada sebagian besar di teman-teman UPT Destinasi Wisata yang tidak masuk di situ. Ini juga menjadi salah satu pemikiran kita kedepan, bagaimana menjembatani yang tidak masuk P3K Paruh Waktu, di lain pihak saya juga harus mempertimbangkan, karena di mana pun PAD harus mempertimbangkan pendapatan dan pengeluaran, ya kurang lebih konflik sosial mulainya dari situ, ini yang sedang kita pikirkan kedepan," kata Kadisparbud Garut.
(Ndy)