Kamis, 12 Februari 2026
lock
Iklan Header
Beranda / Berita / Jelang Ramadhan, Bupati Garut Pantau Ketersediaan Bahan Pokok di Pasar Guntur Ciawitali
EKONOMI Kamis, 12 Februari 2026 - 08:52

Jelang Ramadhan, Bupati Garut Pantau Ketersediaan Bahan Pokok di Pasar Guntur Ciawitali

person Admin | visibility 33
Jelang Ramadhan, Bupati Garut Pantau Ketersediaan Bahan Pokok di Pasar Guntur Ciawitali

HARIANGARUT.NEWS – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, melakukan monitoring langsung terhadap harga dan ketersediaan Bahan Pokok Penting (Bapokting) menjelang bulan suci Ramadan di Pasar Guntur Ciawitali, Kecamatan Tarogong Kidul, Kamis (12/2/2026).
 

Didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Nurdin Yana, Kepala Disperindag ESDM, Ridwan Effendi, serta jajaran dinas lainya, kegiatan ini bertujuan untuk memastikan stabilitas pasokan di tengah potensi kenaikan permintaan masyarakat.

 

Syakur Amin, menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk mengecek ketersediaan serta keterjangkauan harga pangan. Mengingat pola konsumsi masyarakat biasanya meningkat saat momen "munggahan" hingga Lebaran, pemerintah daerah berkomitmen mencari solusi cepat jika terjadi lonjakan harga.
 

"Sehingga bagi kami, kami tugaskan Pak Kadis untuk terus monitoring dan menjadi solusi. Dan tadi disampaikan oleh Pak Oping, ketika harga, saya minta dijadikan referensi sebelumnya. Jadi kalau harga itu usahakan tahun ini harga tidak lebih dari tahun kemarin," ungkapnya.
 

 

Ia juga menekankan pentingnya sinergi dengan Dinas Pertanian untuk mengumpulkan para petani champion guna menjamin ketersediaan pasokan lokal. Syakur menyoroti tantangan sektor pertanian Garut yang harus meningkatkan produktivitas melalui intensifikasi lahan di tengah maraknya alih fungsi lahan.

 

"Meskipun sebetulnya juga unik ya, mestinya kita sebagai produsen ya ada disini, terpenuhi disini, nanti juga saya minta Dinas Pertanian sama itu mengumpulkan champion-champion untuk meminta mereka untuk menjamin ketersediaan bahan pokok penting di Kabupaten Garut terutama yang menjadi produsen kita, di mana kita menjadi produsen utama dari produk tersebut," lanjutnya.
 

Terkait kenaikan harga beberapa komoditas, Bupati Garut menilai hal tersebut sebagai hukum ekonomi akibat perubahan pola konsumsi. Namun, ia mengimbau agar para produsen dan pedagang tidak mengambil keuntungan secara berlebihan.
 

"Tapi kita edukasi supaya jangan berlebihan, karena ini juga jadi atensi dari semua Presiden Prabowo, yang mewanti-wanti, Pak Mendagri mewanti-wanti supaya kita menjaga stabilitas harga produk bahan pokok penting," lanjutnya.
 

Ia juga menuturkan, bahwa sesaat lagi pemerintah akan menyalurkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dengan ini Syakur menilai bahwa program tersebut nantinya bisa menjaga stabilitas harga pangan khususnya beras.
 

Kepala Disperindag ESDM Kabupaten Garut, Ridwan Effendi, mengakui adanya kenaikan harga pada sejumlah komoditas sayuran seperti cabai merah, bawang merah, cabai merah keriting, dan tomat. Meski demikian, ia meminta masyarakat untuk tetap tenang.

 

"Tapi pada prinsipnya Pak Bupati hari ini memastikan ketersediaan stok di Pasar Guntur dan pasar yang lain pada umumnya semuanya aman tersedia. Jadi masyarakat harus tenang saja, barangnya ada banyak, perkembangan harga walaupun ada kenaikan tapi masih stabil," jelas Ridwan. 

 

Ia juga menambahkan bahwa Pemkab Garut berencana melakukan penataan kawasan pasar pasca-Idulfitri mendatang.
 

Di sisi lain, Haji Oping, pemilik PD Dara Rawit, mengungkapkan bahwa pihaknya terus berupaya mendatangkan pasokan dari luar daerah demi memenuhi kebutuhan warga Garut. Saat ini, harga cabai merah mulai merangkak naik di kisaran Rp40.000 - Rp43.000 per kilogram, dan diprediksi bisa meningkat lebih jauh saat puncak permintaan.
 

"Sekarang posisinya di atas 43 40 (ribu), ada naik menghadapi munggahan ini. Biasanya sampai 100 ribu, 80 ribu, 70 ribu, itu cabe merah. Bawang merah bakal terjadi antara 32 40 (ribu), bawang merah itu akan terjadi dikarenakan barang kurang cukup, mengambil dari luar. Harga normal itu 20 23 (ribu), 40 50 (ribu) bisa terjadi," pungkasnya. ***

Bagikan:

forum Komentar

Tulis Komentar

Anda berkomentar sebagai Tamu

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan untuk artikel ini.

Berita Populer

Iklan BJB