Sabtu, 4 Juli 2026
lock
Iklan Header
Beranda / Berita / Jelang Porprov 2026, KONI Garut Gelar Tes Kesehatan dan Parameter Fisik kepada Ratusan Atlet
OLAHRAGA Jumat, 12 Juni 2026 - 01:31

Jelang Porprov 2026, KONI Garut Gelar Tes Kesehatan dan Parameter Fisik kepada Ratusan Atlet

person Admin | visibility 96
Jelang Porprov 2026, KONI Garut Gelar Tes Kesehatan dan Parameter Fisik kepada Ratusan Atlet

HARIANGARUT.NEWS - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Garut serius membangun kekuatan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026. Sebanyak 547 atlet dari 60 cabang olahraga (cabor) menjalani pemeriksaan kesehatan dan tes parameter fisik yang digelar selama tiga hari di di SOR RAA. Adiwidjaya, Jalan Merdeka, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jumat (12/06/2026).

 

Program ini menjadi langkah awal KONI Kabupaten Garut dalam memetakan kondisi fisik dan kesehatan atlet secara menyeluruh sebelum turun di pesta olahraga terbesar tingkat provinsi yang dijadwalkan berlangsung November 2026 mendatang. Kegiatan tes kesehatan dilaksanakan pada 12–14 Juni 2026.

 

Wakil Ketua IV KONI Kabupaten Garut, Agus Barkah,  menegaskan bahwa pemeriksaan tes fisik dan kesehatan menjadi bagian penting dalam sistem pembinaan atlet modern berbasis data dan sport science. Kegiatan ini, kata Agus, menjadi langkah awal untuk mengetahui sejauh mana kesiapan fisik atlet.

 

“Dari sini pelatih bisa menyusun pola latihan yang lebih efektif agar performa atlet terus meningkat menuju Porprov 2026. Dalam pelaksanaannya, para atlet menjalani 8 jenis pengujian fisik yang dirancang untuk mengukur kemampuan dasar tubuh dan tingkat kebugaran atlet secara detail,” ujar Abar, sapaan akrab Agus Barkah, Jumat (12/06/2026).

 

Dia menjelaskan, dalam pelaksanaannya, KONI Kabupaten Garut menggaet Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) Universitas Garut untuk melaksanakan tes fisik dan kesehatan kepada seluruh atlet tersebut.

 

“Untuk pelaksanaanya ditangani para ahli dari FPOK Uniga. Kita tidak sebatas monitoring, tapi para ahli dari FPOK Uniga ini terlibat sebagai tim penguji atlet. Ini agar pemantauan pelaksanaan tes kesehatan dan fisik atlet lebih terkontrol jika ada pendampingan dari ahli,” katanya.

 

Dengan adanya tes fisik ini, menurutnya, pemetaan kondisi fisik atlet akan terpantau lebih komprehensif dan lebih valid. Pihaknya bisa mengetahui progres latihan para atlet.

 

“Nanti hasilnya selain akan kita berikan kepada setiap cabor, kita juga memberikan rekomendasi atlet yang satu harus seperti apa atlet yang lainnya seperti apa. Terutama ketika kondisi fisiknya ternyata kurang. Itu kita berikan kewenangan penyelesainnya kepada cabor, program apa yang akan diberikan kepada atlet tersebut,” pungkasnya.***(Igie)

Bagikan:

forum Komentar

Tulis Komentar

Anda berkomentar sebagai Tamu

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan untuk artikel ini.

Iklan BJB