Rabu, 19 Agustus 2026
lock
Iklan Header
Beranda / Berita / Hadiri HUT Ke-94 Desa Banjarsari Bayongbong, Anggota DPRD Jawa Barat Minta Para Kades Lestarikan Budaya Lokal
DAERAH Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:28

Hadiri HUT Ke-94 Desa Banjarsari Bayongbong, Anggota DPRD Jawa Barat Minta Para Kades Lestarikan Budaya Lokal

person Admin | visibility 169
Hadiri HUT Ke-94 Desa Banjarsari Bayongbong, Anggota DPRD Jawa Barat Minta Para Kades Lestarikan Budaya Lokal

HARIANGARUT.NEWS - Desa Banjarsari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-94 sekaligus menyambut HUT Ke-81 Kemerdekaan RI dengan menggelar kegiatan Hajat Desa yang sarat nilai budaya, spiritual, dan kepedulian lingkungan. Acara yang berlangsung pada Minggu (16/08/2026) malam, di Lapang Stadion Gelora Banjarsari ini mengusung tema "Ngariksa Budaya, Ngarumat Tradisi, Ngawangun Sauyunan Pikeun Kamajuan Desa".

 

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Dede Kusdinar, Kepala DPMD Kabupaten Garut, Ahmad Ramdhani, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Garut, Asep Maulana, Forkopim Kecamatan Bayongbong, DPD Apdesi Kabupaten Garut, Kepala Desa Banjarsari, Edi Sopandi, Tokoh Ulama, Masyarakat dan Pemuda Se-Desa Banjarsari serta masyarakat dan undangan lainnya.

 

Salah satu momen yang menjadi sorotan adalah Upacara Adat Prosesi Saika Sapamilu dan Kawin Bumi, yang merupakan rangkaian awal kegiatan Hajat Desa untuk berdoa sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat atas berbagai nikmat, keberkahan, serta harapan untuk kemajuan dan kesejahteraan desa. Hal tersebut juga mengingatkan kembali perjalanan panjang desa Banjasari sejak berdiri hingga genap berusia 94 tahun.

Foto Bersama Kepala Desa Banjarsari dengan para undangan

 

Dalam sambutannya, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Dede Kusdinar, dan Kepala Desa Banjarsari, Edi Sopandi, sama-sama menekankan pentingnya kebersamaan warga dalam membangun desa yang berkarakter dan berbudaya.

 

"Tentunya kami sangat mengapresiasi, karena kegiatan ini tak hanya menjadi wujud cinta tanah air, namun juga memperkuat solidaritas warga sekaligus menggali kembali kekayaan tradisi budaya lokal yang penuh makna. Kebetulan kami di legislatif memiliki program budaya, dan akan mengapresiasi kepala desa yang bisa melestarikan budaya budaya lokal, budaya daerah, dan budaya buhun," ungkap Dede Kusdinar.

 

Pihaknya mengajak para Kepala Desa harus mengerti dan melestarikan segala kebudayaan, dimulai dari budaya yang ada di daerah tempat masing- masing, serta melindungi segala kearifan lokal yang ada di Kabupaten Garut.

Penampilan Upacara Adat Prosesi Saika Sapamilu dan Kawin Bumi

 

Namun, lanjut Dede, budaya kini dalam kondisi menyedihkan bahkan terancam punah karena proses modernisasi dan globalisasi. Jadi, kini dibutuhkan upaya serius untuk mempelajari lagi, menyusun, dan menganalisa serta mengintegrasikan potensi daerah untuk kepentingan generasi saat ini dan masa mendatang.

 

"Kita harus merawat dan juga menjaga serta melestarikan itu semua agar tidak punah dan termakan oleh perkembangan jaman. Dengan budaya pasti kita akan banyak kegiatan-kegiatan yang positif terutama anak muda," tandas Dede.

 

Sementara, Kepala Desa Banjarsari, Edi Sopandi, menegaskan dirinya akan terus mendorong agar HUT Desa Banjarsari sebagai kekayaan budaya daerah tetap lestari sekaligus menjadi modal penting dalam mewujudkan sektor ekonomi yang berdaya saing, dan berkelanjutan di desa yang dipimpinnya.

Pemotongan Tumpeng oleh Kepala Desa Banjarsari

 

"Sesuai dengan Perdes No. 8 Tahun 2025 bahwa Desa Banjarsari berulang tahun di tanggal 16 Agustus. Dan saya merasa bersyukur alhamdulillah begitu antusias masyarakat terhadap kegiatan ini. Ini salah satu bentuk apresiasi para warga Desa Banjarsari terhadap hari jadi Desa Banjarsari," ungkap Edi.

 

Ketua Apdesi Kecamatan Bayongbong ini juga menuturkan, Perayaan HUT Ke-94 Desa Banjarsasi dan Ke-81 RI di Desa Banjarsari tahun ini tidak hanya sebatas seremonial, tetapi juga memperkuat ikatan kekeluargaan dan rasa cinta tanah air di antara warganya.

 

"Kegiatan ini membuktikan bahwa semangat kemerdekaan tetap menyala, diwujudkan melalui kreativitas dan kebersamaan. Semangat gotong royong dan antusiasme warga Banjarsari luar biasa," tukasnya.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Dede Kusdinar

 

Edi menuturkan, berbagai suguhan pentas seni yang digelar ini juga menjadi salah satu bentuk pelibatan generasi muda dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal, sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk menampilkan kreativitas di hadapan masyarakat desa, pungkasnya.

 

Selain rangkaian acara seremonial, Desa Banjarsari juga menghadirkan beberapa pertunjukan yang digelar sejak tanggal 9-16 Agustus 2026 diantaranya Pasanggiri Jaipong, UMKM Lokal, Perlombaan Antar RW, Prosesi Hajat Desa, Karnaval, dan Takblig Akbar menjadi penutup rangkaian peringatan HUT Desa Banjarsari.***

Bagikan:

forum Komentar

Tulis Komentar

Anda berkomentar sebagai Tamu

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan untuk artikel ini.

Iklan BJB