Hadir di Pelantikan Pengurus Boboko Distrik Tasikmalaya, Ini Kata Wa Zalu
HARIANGARUT.NEWS - Bobotoh memang tak pernah mendapat tugas untuk merebut bola ataupun mencetak gol. Mereka tak perlu bersusah-payah di atas lapangan demi memenangkan satu pertandingan. Walau tak terlibat secara langsung dalam pertandingan, Bobotoh adalah salah satu elemen utama dimana Persib masih berjaya hingga saat ini.
Pada dasarnya, Bobotoh sepakbola dibentuk oleh komunitas atau kelompok masyarakat yang berisikan individu-individu yang memiliki kesamaan daerah tempat tinggal, identitas, hasrat, pandangan politik, dan kelas sosial berkumpul. Individu-individu ini berangkat dan berkumpul dengan individu lain yang senasib dengan mereka, untuk mengenang sejarah, melihat proses sejarah, atau bermimpi tentang sejarah di masa datang.
Demikian disampaikan Bendahara sekaligus pentolan Bobotoh Kolot (Boboko) Distrik Garut, Heri Suheri atau yang akrab disapa Wa Zalu bersama anggota Boboko Distrik Garut lainnya Arman, usai menghadiri Pelantikan Pengurus dan Deklarasi Paguyuban Boboko Distrik Tasikmalaya di Saung Bungsu Ma Uneng, Jalan Terusan BCA, Tuguraja, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Sabtu (13/06/2026).
Pada acara tersebut, para pengurus yang dilantik mengucapkan ikrar damai, disaksikan Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, H. Wahid, S.Pd, Ketua Boboko Pusat, Yuki Heryana Sunarja Winata beserta jajaran, pengurus Boboko Distrik Tasikmalaya yang dilantik, Boboko Distrik Bandung Raya, Sumedang, dan Garut.
Dalam kesempatan tersebut, Wa Zalu, menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas pengukuhan serta pelantikan Pengurus Boboko Distrik Tasikmalaya. Ia mengatakan, deklarasi ini diharapkan bisa menjalar ke seluruh seantaro negeri.
"Selamat atas dilantiknya Abah Irwan selaku Ketua dan pengurus Boboko Distrik Tasikmalaya lainnya. Tak dipungkiri, dalam satu dekade terakhir, Persib menjadi tim paling berprestasi di Indonesia. Apiknya performa Maung Bandung ini berdampak dengan pertumbuhan Bobotoh di seluruh dunia," ungkap Wa Zalu.
Menurut Wa Zalu, pembentukan Boboko didasari dengan ingin menyatukan Bobotoh yang sudah berusia 35 tahun keatas, kemudian terbentuklah Boboko yang menampung dengan tanpa membeda-bedakan latar belakang maupun asal wilayah.

"Paguyuban ini berdiri dan menyatukan seluruh individu hingga selamanya menjadi pendukung Persib Bandung. Melalui deklarasi tersebut, Bobotoh Kolot bertekad menjaga kebersamaan dan kenyamanan. Apalagi member Boboko ini usianya sudah medium, kita harus menjaga Persib agar tetap damai dalam balutan sepak bola," beber Wa Zalu.
Sesuai dengan program pengurus Boboko Pusat, kata dia, Paguyuban Bobotoh Kolot bertujuan menjaga nama baik Persib, mencegah sanksi dari PSSI, serta menciptakan stadion yang kondusif dan lingkungan sepak bola yang damai. Untuk menjadi suporter yang santun, berarti mendukung Persib dengan menjunjung tinggi silaturahmi, sportivitas, etika, dan rasa saling menghargai.
"Hal ini dapat diterapkan dengan menghindari provokasi, menjaga ketertiban di dalam stadion, menghargai keputusan wasit, dan bersikap bijak baik saat tim menang maupun kalah. Intinya kita akan memberikan contoh yang baik bagaimana memberikan dukungan yang positif kepada Maung Bandung," tandasnya.***