GANNA Goes To School, Dorong Pendidikan Anak Berkarakter dan Terbebas Bahaya Narkoba
HARIANGARUT.NEWS - Memasuki tahun ajaran baru, Yayasan Gerakan Anti Narkotika Nusantara Amartha (GANNA) yang merupakan organisasi sosial kemasyarakatan yang berfokus pada upaya pencegahan, penyuluhan, dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba (P4GN). Terus berperan aktif menjadi mitra pemerintah dan Badan Narkotika Nasional (BNN) di berbagai daerah.
Di lingkungan pendidikan, para penyuluh dari GANNA kerap mendapatkan undangan untuk memberikan penyuluhan terhadap siswa-siswi baru, baik setingkat SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba bagi generasi muda.

Plt Ketua Umum GANNA, Heru Rahadian Setiaji, S Pd, SD, menyampaikan, bahwa di setiap daerah se-Indonesia yang telah terbentuk, para penggiat dari GANNA selalu berperan aktif dalam suksesi Program P4GN. Kolaborasi dan sinergi bersama pemerintah dan BNN selaku leading sektor.
"Terutama seperti saat ini, tahun ajaran baru. Setiap sekolah ada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS. Kami memberikan materi kepada para siswa-siswi, anak-anak kita, agar tidak terjerumus menyalahgunakan narkoba," ujar Heru, usai memberikan penyuluhan P4GN di SD IDEA Baru, Jalan Solo KM 12, Kalasan Kabupaten Sleman Yogyakarta, Selasa (14/07/2026).
Heru mengatakan, di masa pertumbuhan anak, pendampingan orangtua juga sangat penting. Karena keterlibatan keluarga sangat mendorong keberhasilan pendidikan karakter anak. Makanya, kata Heru, diharapkan orangtua memiliki pemahaman yang ditularkan kepada anak-anaknya, bagaimana membangun komunikasi yang baik dengan sesama. Tentunya orangtua harus kerap berkomunikasi dengan anak di lingkungan keluarga.
"Sepulangnya dari sekolah, orangtua di rumah harus sering berinteraksi dengan anak, ngobrol, bercerita, tanya pengalaman anak di sekolah. Bertanya sudah punya teman baru berapa, atau apa saja yang membuat anak merasa diperhatikan, karena dengan perhatian ini, anak akan merasa bahwa orangtua selalu ada buat mereka," papar Heru.
Masih kata Heru, di jaman digitalisasi saat ini, akan sangat berpengaruh terhadap anak dengan cepat. Penting sekali bimbingan orangtua apabila anak menggunakan smartphone.
"Di smartphone, media sosial saat ini semakin banyak dan banyak juga yang tersaji ini kadang-kadang anak pada usia beranjak remaja, bisa dikatakan belum saatnya tahu. Makanya bimbingan orangtua sangat penting sekali, dan membatasi penggunaannya, jangan sampai akibat melihat sesuatu hal di media sosial, bisa ditiru, ini yang bahaya," jelasnya.
Heru menegaskan, saat ini peredaran narkoba semakin masif dan mengikuti jaman. Ruang digital saat ini juga banyak disalahgunakan untuk peredaran narkoba. Makanya, imbuh Heru, selain mareri dampak kesehatan dan hukum dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, dirinya juga memberikan materi dan pesan kepada para orangtua agak anak-anaknya selalu dibimbing.
"Bijak dalam menggunakan media sosial di smartphone dan ini perlu peran aktif keterlibatan orangtua," pungkas Heru. ***