Rabu, 19 Agustus 2026
lock
Iklan Header
Beranda / Berita / Edukasi Peserta MPLS Bahaya Narkoba dan Bijak Bermedsos, SMP NETIBA Gandeng GANNA dan Media Harian Garut News
MIMBAR EDUKASI Rabu, 15 Juli 2026 - 06:28

Edukasi Peserta MPLS Bahaya Narkoba dan Bijak Bermedsos, SMP NETIBA Gandeng GANNA dan Media Harian Garut News

person Admin | visibility 267
Edukasi Peserta MPLS Bahaya Narkoba dan Bijak Bermedsos, SMP NETIBA Gandeng GANNA dan Media Harian Garut News

HARIANGARUT.NEWS - SMP Negeri 3 Bayongbong, Kabupaten Garut mengisi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 yang dimulai pada 13 Juli 2026 dengan edukasi tentang bahaya narkotika, keamanan bermedia digital, hingga penguatan peran orang tua dalam mendampingi anak.

 

Kepala Sekolah Netiba (Negeri Tiga Bayongbong), Rika Maryati mengatakan, seluruh sekolah negeri maupun swasta telah menerima sosialisasi terkait pelaksanaan MPLS sesuai ketentuan Permendikdasmen.

 

"MPLS harus menjadi ruang belajar yang menyenangkan, bukan seperti praktik perpeloncoan di masa lalu. Tidak ada lagi kegiatan yang membebani siswa. Kami ingin anak-anak mengenal sekolah sebagai rumah kedua yang harus mereka pahami dan cintai," kata Rika, Rabu (15/07/2026).

 

Menurut dia, selama sepekan MPLS siswa akan diperkenalkan dengan budaya sekolah, metode pembelajaran, program unggulan, tenaga pendidik, hingga berbagai fasilitas yang tersedia. Pengenalan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki sekaligus tanggung jawab menjaga lingkungan sekolah.

 

Namun, SMP Netiba tidak hanya memanfaatkan MPLS sebagai ajang adaptasi di lingkungan pendidikan. Tahun ini, pihaknya juga menggandeng sejumlah instansi, termasuk Gerakan Anti Narkotika Nusantara Amartha (GANNA) Kabupaten Garut dan Media Harian Garut News, untuk memberikan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika, penggunaan gawai secara bijak, serta kewaspadaan terhadap berbagai ancaman di ruang digital.

Kepala SMPN 3 Bayongbong bersama Pengurus DPD GANNA Kabupaten Garut.

 

“Materi tersebut penting mengingat anak-anak saat ini tumbuh di tengah derasnya arus informasi digital. Karena itu, sekolah juga akan membekali siswa dengan pengetahuan mengenai cara mengenali konten berbahaya, ajakan negatif di media sosial, hingga modus penipuan digital,” ujarnya.

 

Selain menyasar siswa, Rika menilai keberhasilan pendidikan karakter juga bergantung pada keterlibatan keluarga. Oleh sebab itu, orang tua akan diberikan pemahaman mengenai pentingnya membangun komunikasi yang intens dengan anak selama masa pertumbuhan.

 

"Ketika anak sudah berada di rumah, orang tua perlu mengajak mereka berinteraksi, berdialog, dan mendengarkan cerita mereka. Hal sederhana seperti menanyakan kegiatan di sekolah dapat membuat anak merasa diperhatikan," ujarnya.

 

Ia juga mengimbau orang tua lebih aktif mendampingi penggunaan telepon genggam dan media sosial anak. Menurut dia, pembatasan penggunaan gawai harus diimbangi dengan kehadiran orang tua melalui interaksi dan waktu berkualitas bersama keluarga.

 

Di sisi lain, Kasek SMPN 3 Bayongbong mendorong terbangunnya komunikasi dua arah antara sekolah dan orang tua sebagai langkah deteksi dini apabila terjadi perubahan perilaku pada anak. Jika ditemukan gejala seperti lebih sering menyendiri, mudah membantah, atau menunjukkan kebiasaan yang tidak biasa, sekolah dan keluarga diharapkan segera berkoordinasi agar penanganan dapat dilakukan sejak awal.

 

"Komunikasi antara orang tua dan sekolah menjadi kunci. Jika ada perubahan perilaku, informasi dari rumah dan sekolah bisa dicocokkan sehingga penyebabnya dapat diketahui lebih awal," pungkas Kepala SMPN 3 Bayongbong.

Sekretaris DPD GANNA Kabupaten Garut, Nendi Sajidin, sampaikan materi Bahaya Narkoba kepada peserta MPLS

 

Sementara, Ketua DPD GANNA Kabupaten Garut, yang juga Pempimpin Redaksi Harian Garut News, Igie N. Rukmana berharap, melalui kegiatan MPLS ini, para siswa diharapkan dapat mengetahui dampak hukum dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba sehingga mereka tidak akan coba coba.

 

Dalam sambutannya, Igie mengingatkan para siswa bahwa penyalahgunaan narkoba dan segala bentuk kekerasan merupakan ancaman serius yang dapat menghancurkan masa depan generasi muda.

 

Karena itu lanjut ia, sejak dini para pelajar harus memiliki keberanian untuk menolak narkoba, menghindari pergaulan negatif, dan membangun budaya saling menghormati di lingkungan sekolah.

 

"Tentunya kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk membekali para siswa baru dengan pemahaman yang benar mengenai bahaya narkoba dan kekerasan serta bijak dalam menggunakan media sosial. Kami ingin mereka memiliki karakter yang kuat, mampu memilih lingkungan pergaulan yang positif, berani mengatakan tidak terhadap segala bentuk penyalahgunaan narkoba. Sinergi antara Penggiat Anti Narkoba, pihak sekolah, orangtua, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan pendidikan terhindar dari peredaran gelap Narkoba," pungkas Igie.***

Bagikan:

forum Komentar

Tulis Komentar

Anda berkomentar sebagai Tamu

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan untuk artikel ini.

Iklan BJB