Dedikasi Seorang Jurnalis Garut, Puterinya Diberi Nama Media Tempatnya Berkarya
HARIANGARUT.NEWS - Bekerja tak sekadar mencari uang melainkan panggilan jiwa. Prinsip itulah yang dipegang Ludy Bilal, seorang jurnalis di Perusahaan Surat Kabar dan Media Online Harian Garut News. Dedikasi dan semangatnya dalam menjalani profesi sebagai wartawan tetap menyala, meski dirinya kini kerap didera sakit-sakitan.
Waktu hampir mendekati azan ashar saat kaki menginjak ruangan di kediamannya di Kampung Lapang, RT02/06, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Minggu (16/08/2026). Tampak menahan sakit jantung yang dideranya, dengan posisi hampir menempel pada meja, tangannya menari di atas deretan huruf-huruf, sementara sorot matanya yang tajam enggan beranjak dari layar komputer.
Namun, alih-alih beristirahat, dirinya terus merilis berita untuk disuguhkan ke publik. Biasanya sakit sering dikambing hitamkan orang untuk berapologi: tidak produktif dalam menghasilkan karya tulis. Namun, semua itu akan sirna di hadapan sosok sekaliber Ludy Bilal.
Baginya, tiada yang lebih membahagiakan selain terus menekuni pekerjaan sebagai wartawan. Menurut Bilal, pekerjaan sebagai wartawan sama mulianya dengan pekerjaan seorang guru, dengan catatan dilakukan sesuai kode etik keprofesian. Namun godaan berupa pemberian fasilitas oleh nara sumber kerap membuat wartawan menjauhi etika profesinya, meski hal itu tidak berlaku untuk semua.
Tak banyak yang mengetahui, perjalanan Bilal tidaklah instan. Di bawah bimbingan Tata Ansorie dan Igie N. Rukmana yang menjabat sebagai Pemimpin Umum dan Pemimpin Redaksi Harian Garut News, Bilal benar-benar "digojlok" sebagai wartawan lapangan. Ia mengenang masa-masa memungut berita dengan menempuh perjalanan jauh menyusuri daerah Garut Selatan.
Ia berkisah, pengayaan pengetahuan menulis berita dilakukan setelah menjadi wartawan karena sering jalan ke banyak tempat, bertemu atau mewawancarai banyak orang yang memiliki beragam pengetahuan dan cerita menarik dalam keseharian kehidupannya.
Pengalaman paling membekas bagi Bilal adalah saat tulisannya ditolak mentah-mentah. Tak hanya itu, coretan tinta merah pada naskah menjadi "makanan" sehari-hari. Namun, alih-alih menyerah, Bilal justru terpacu untuk terus menulis dan belajar hingga akhirnya karyanya diterima, sebelum akhirnya berhasil "tembus" dan menjadi penulis rutin.
Kecintaan mahasiswa lulusan S1 Tekhnik Sipil di Universitas Winayamukti Jatinangor pada profesi dunia tulis-menulis ini, begitu mendarah daging. Saat istrinya Yuni Yuliawati melahirkan seorang putri pada 30 Maret 2020 lalu, anaknya diberi hadiah nama "Harian Bilal Zamilah". Sebuah nama awalan yang diambil dari nama media tempatnya bernaung.
Baginya, penghargaan nama "Harian" kepada puterinya bukan sekadar panggilan biasa, melainkan pengakuan dirinya atas jejak langkah seorang "penyintas" literasi yang tetap setia pada jalan pena meskipun zaman telah berubah dari mesin ketik menuju era digital yang penuh disrupsi.
Menurut Bilal yang memiliki hobby menjelajah alam terbuka ini, setiap manusia pasti menginginkan hidup yang bermakna, di mana keberadaannya membawa dampak positif bagi diri sendiri dan orang lain.
"Dalam kehidupan ini, tidak ada kebahagiaan yang lebih indah selain menjadi seseorang yang produktif dan bermanfaat. Islam, sebagai agama yang menyempurnakan fitrah manusia, tidak hanya menganjurkan umatnya untuk hidup aktif dan berkontribusi, tetapi juga menjadikannya sebagai bagian dari ketaatan kepada Allah," ungkap Bilal.
Kata dia, produktivitas dan manfaat bukanlah sekadar konsep material, tetapi sebuah nilai yang mencakup aspek spiritual, sosial, dan intelektual. Menjadi manusia produktif, misalnya menjadi jurnalis, berarti memanfaatkan waktu, tenaga, dan kemampuan untuk kebaikan, dengan menggunakan semua potensi yang dimiliki guna membantu orang lain meskipun melalui tulisan.
Bilal memiliki tanggal lahir yang bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI pada 17 Agustus, dan itu adalah momen yang unik. Tentunya perayaan hari lahirnya dirayakan secara nasional dengan meriah di seluruh negeri.
Di usianya yang menginjak Ke-36 pada hari Senin 17 Agustus 2026 besok, Bilal berpesan bahwa pers harus tetap menjadi pilar keempat negara yang menyuarakan kebenaran di tengah hegemoni kepentingan ekonomi dan politik. Ia mengingatkan para jurnalis muda untuk tetap memegang teguh etika dan tradisi tabayun (verifikasi) demi menjaga peradaban bangsa.
Sebagai perusahaan media, Surat Kabar dan Media Online Harian Garut News yang berkantor di Villa Lembah Asri Blok C No. 17, Mekargalih, Kecamatan Tarogong Kidul, menyajikan berita-berita hangat dan aktual kepada khalayak dengan memberikan kabar terbaru setiap hari untuk memenuhi kebutuhan informasi masyarakat Kabupaten Garut.***