Cegah Penyalahgunaan Obat Keras, Bupati Garut : Peran Orangtua Garda Terdepan Menjaga Ketahanan Keluarga
HARIANGARUT.NEWS – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi indikasi penyalahgunaan obat keras di wilayah Kabupaten Garut. Pihaknya akan terus melakukan langkah-langkah konkret di lapangan, khususnya terkait permasalahan obat-obatan sebagai kejahatan yang harus diselesaikan secara tuntas dan kemanusiaan.
Hal tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Akselerasi Pembentukan Regulasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Obat Keras yang diselenggarakan oleh Garut Human Movement di Gedung Pendopo, Kecamatan Garut Kota, Selasa (19/05/2026).
Kegiatan ini turut diisi dengan penandatanganan komitmen bersama terkait peningkatan kewaspadaan peredaran obat-obatan tertentu yang melibatkan Bakesbangpol Garut, Dinas Kesehatan, Sat Pol PP, BNNK Garut, BBPOM, serta unsur Forkopimda dan perwakilan masyarakat.
Bupati Garut menyambut baik inisiatif Garut Human Movement sebagai langkah preventif sebelum permasalahan ini menjadi kondisi darurat. Menurutnya, pembangunan mental dan jiwa masyarakat sama krusialnya dengan pembangunan fisik.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Garut, kami mengucapkan terima kasih kepada yang telah menginisiasi kegiatan ini serta memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkomitmen dalam memperkuat ketahanan masyarakat. Tentu saja ini langkah strategis karena tantangan kita bukan hanya pembangunan fisik, tapi juga yang tidak kalah penting adalah pembangunan mental dan jiwa masyarakat kita," ungkapnya.
Bupati Abdusy Syakur menyoroti bahwa indikasi penyalahgunaan obat, sangat rentan terjadi di kalangan generasi muda. Oleh karena itu, ia menekankan perlunya langkah nyata melalui penguatan edukasi di lingkungan sekolah dan keluarga.
"Orangtua memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam menjaga ketahanan keluarga. Dari keluarga yang kuat, lanjutnya, akan lahir generasi yang tangguh, berkarakter, serta bebas dari pengaruh negatif. Penyalahgunaan obat tidak hanya merusak individu, tetapi juga menghancurkan keluarga dan mengancam masa depan bangsa. Karena itu, upaya pemberantasannya membutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat," pungkas Bupati Garut.

Sementara itu, Ketua Garut Human Movement, Aam Muhammad Jalaludin, menjelaskan bahwa FGD ini merupakan respons atas keresahan masyarakat, khususnya dari komunitas pondok pesantren, terkait maraknya peredaran obat keras hingga ke tingkat sekolah dasar.
"Garut ini sudah darurat terkait penyalahgunaan obat-obatan, malahan sampai ke tingkat anak SD. Kita diskusi disini. Kami mengajak seluruh masyarakat, untuk lebih peduli, peka, dan aktif dalam mengawasi lingkungan serta berani melaporkan jika terdapat indikasi penyalahgunaan narkoba," ucapnya.
Ia memaparkan, kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari berbagai kecamatan dan elemen masyarakat termasuk perwakilan pondok pesantren dengan tujuan menyatukan visi dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari bahaya penyalahgunaan obat bagi generasi penerus di Kabupaten Garut.
"Kedepan kami berharap ada payung hukum atau regulasi yang mengatur khusus untuk penyalahgunaan, peredaran penyalahgunaan obat-obatan keras itu. Baik itu Perda,Perbub, yang penting ada yang menaungi. Jangan sampai masyarakat turun langsung disalahkan," pungkas Aam.***