Jumat, 9 Oktober 2026
lock
Iklan Header
Beranda / Berita / Terpilih Aklamasi Jadi Ketua IPSI, Adis Tiga Periode Berturut-Turut Berhasil Kembangkan Silat di Kabupaten Garut
OLAHRAGA • Senin, 5 Oktober 2026 - 02:47

Terpilih Aklamasi Jadi Ketua IPSI, Adis Tiga Periode Berturut-Turut Berhasil Kembangkan Silat di Kabupaten Garut

person Admin | visibility 75
Terpilih Aklamasi Jadi Ketua IPSI, Adis Tiga Periode Berturut-Turut Berhasil Kembangkan Silat di Kabupaten Garut

HARIANGARUT.NEWS – Agus Mulayana, resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Garut periode 2026–2030. Adis, sapaan akrab Agus Mulyana, terpilih dalam Musyawarah Cabang (Muscab) IPSI Kabupaten Garut yang digelar di Aula Institut Muhammadiyah Darul Arqam, Jalan Bratayudha, Kecamatan Garut Kota, Minggu, (04/10/2026).

 

Keputusan secara aklamasi tersebut menjadi hasil utama Muscab IPSI Kabupaten Garut. Proses pemilihan berlangsung dalam forum musyawarah yang diikuti oleh unsur pengurus IPSI serta perwakilan paguron pencak silat di Kabupaten Garut. Dalam Muscab tersebut, Adis mendapat mandat untuk memimpin organisasi yang menaungi perguruan pencak silat di Kabupaten Garut selama empat tahun ke depan.


Sebelumnya, Agus Mulyana telah menjalankan amanah kepemimpinan selama dua periode yakni pada masa bhakti 2022-2026 dan 2018-2022. Ia menegaskan komitmennya untuk membangun IPSI Garut yang solid, terbuka, serta mampu merangkul seluruh perguruan yang bernaung di bawah IPSI. 

 

Selain jajaran Pengprov IPSI Jawa Barat, kegiatan juga dihadiri oleh 10 orang pengurus IPSI tingkat kecamatan. Dari unsur paguron pencak silat, tercatat 39 paguron hadir dari total 49 undangan yang disampaikan dalam pelaksanaan Muscab.

 

“Ke depan saya siap menjalin silaturahmi dan merangkul semua perguruan yang bernaung di IPSI Garut. Kita ingin IPSI ini menjadi organisasi yang tidak banyak masalah dan tidak ada keluhan,” kata Adis.

Penyerahan berkas dukungan dari Ketua IPSI Kabupaten Garut terpilih kepada Pimpinan Sidang.

 

Menurutnya, kepemimpinan IPSI ke depan harus mengedepankan komunikasi dan penyelesaian persoalan secara bersama. Setiap aspirasi dari perguruan akan menjadi bagian penting dalam menentukan arah organisasi.

 

“Kehadiran pengurus IPSI kecamatan dan paguron menjadi bagian penting dalam proses musyawarah. Mereka merupakan unsur yang memiliki keterkaitan langsung dengan pembinaan pencak silat di wilayah masing-masing, baik dalam pengembangan atlet, pelatih, maupun keberlangsungan kegiatan pencak silat di tingkat daerah,” ujarnya.

 

Adis juga berharap IPSI Garut dapat menjadi rumah bersama bagi seluruh perguruan pencak silat, sehingga tidak ada sekat antarp perguruan dalam membangun prestasi olahraga pencak silat di daerah. Ia menekankan, organisasi yang sehat bukan berarti tanpa persoalan, tetapi mampu mencegah persoalan berkembang menjadi konflik melalui komunikasi, koordinasi, dan musyawarah.

 

“Target saya menciptakan IPSI yang nyaman bagi semua perguruan. Tidak boleh ada yang merasa ditinggalkan. Semua harus dirangkul dan diberikan ruang untuk bersama-sama memajukan pencak silat di Kabupaten Garut,” tegasnya.

 

Muscab IPSI Garut turut dihadiri Wakil Ketua I KONI Kabupaten Garut, Amar Komarudin, Wakil Sekretaris Umum IPSI Pengprov Jawa Barat, Wahyudi, Penasehat dan Sesepuh IPSI Kabupaten Garut, Pengurus IPSI Kecamatan, Ketua dan Sekretaris Paguron Pencak Silat Se-Kabupaten Garut.

 

Pantauan media, Musyawarah Cabang dipimpin oleh Dadang Taswan, selaku pimpinan sidang, sementara Ketua Panitia Muscab dipercayakan kepada Igie N. Rukmana. Dalam Muscab tersebut juga dibentuk tim formatur yang akan dipimpin oleh Ketua IPSI Garut terpilih.

 

"Kegiatan tersebut menjadi bagian dari mekanisme organisasi dalam menentukan kepengurusan sekaligus menjadi forum konsolidasi bagi insan pencak silat di Kabupaten Garut. Kehadiran Pengprov IPSI Jawa Barat menjadi bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan Muscab dan proses organisasi IPSI di tingkat kabupaten," ujar Dadang Taswan.

Pimpinan Sidang Muscab IPSI Kabupaten Garut menyerahkan berkas hasil Muscab kepada IPSI Pengprov Jabar.

 

Pencak silat, lanjut Dadang, memiliki posisi penting tidak hanya sebagai cabang olahraga, tetapi sebagai bagian dari budaya dan identitas masyarakat. Karena itu, imbuhnya, keberadaan IPSI di tingkat daerah memiliki peran dalam menjaga kesinambungan pembinaan sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan dan prestasinya melalui pencak silat.

 

Sementara Perwakilan IPSI Pengprov Jawa Barat, Wahyudi menyampaikan, dengan terpilihnya Adis secara aklamasi, IPSI Garut memasuki periode kepengurusan baru dengan harapan mampu memperkuat soliditas antar perguruan sekaligus meningkatkan pembinaan dan prestasi atlet pencak silat di tingkat daerah maupun nasional.

 

"Ke depan, IPSI Kabupaten Garut memiliki sejumlah agenda penting dalam pengembangan pencak silat, terutama dalam pembinaan atlet dan peningkatan prestasi. Penguatan komunikasi antara pengurus kabupaten, IPSI kecamatan, paguron, pelatih, serta atlet menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses tersebut," tandas Wahyudi.

 

Dengan kembali terpilihnya Agus Mulyana untuk periode 2026–2030, kepengurusan IPSI Kabupaten Garut diharapkan dapat melanjutkan berbagai agenda organisasi sekaligus memperkuat program pembinaan pencak silat. Kepemimpinan pada periode baru tersebut menjadi kelanjutan setelah dua periode sebelumnya berada di bawah kepemimpinan Agus Mulyana.***

Bagikan:

forum Komentar

Tulis Komentar

Anda berkomentar sebagai Tamu

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan untuk artikel ini.

Iklan BJB