Jumat, 9 Oktober 2026
lock
Iklan Header
Beranda / Berita / Sinergi BNN Garut bersama Stakeholder di Kawasan Rawan Peredaran Narkoba, Kelurahan Pakuwon Jadi Pilot Project
MIMBAR EDUKASI • Selasa, 29 September 2026 - 08:43

Sinergi BNN Garut bersama Stakeholder di Kawasan Rawan Peredaran Narkoba, Kelurahan Pakuwon Jadi Pilot Project

person Admin | visibility 117
Sinergi BNN Garut bersama Stakeholder di Kawasan Rawan Peredaran Narkoba, Kelurahan Pakuwon Jadi Pilot Project

HARIANGARUT.NEWS - Upaya Badan Narkotika Nasional (BNN) di Kabupaten Garut dalam Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) adalah rangkaian program dan langkah nyata yang dilakukan untuk melindungi masyarakat dari bahaya narkoba.

 

Langkah awal untuk menangkal/mencegah ancaman narkoba sebelum terjadi penyalahgunaan dengan edukasi sejak dini kepada lingkungan keluarga, sekolah juga lingkungan masyarakat umum. Kemudian, adanya program membangun desa/kelurahan bersih narkoba (Bersinar), juga melatih kader dan penggiat anti narkoba untuk aktif mengedukasi lingkungan sekitar.

 

Selain itu, BNN Kabupaten Garut melakukan pemberantasan, ini merupakan tindakan tegas bagi para pelaku pengedar, sindikat dan bandar, untuk memutus mata rantai penyebaran di lokasi titik rawan. BNN juga melakukan test urine, razia di tempat hiburan malam atau tempat yang diduga jadi tempat transaksi narkoba.

 

 

BNN Kabupaten Garut juga melakukan rehabilitasi bagi para korban penyalahgunaan, agar pecandu bisa lepas dari ketergantungan melalui proses detoksifikasi, konseling, dan pemulihan mental. Kemudian juga pendampingan, guna memastikan mantan pecandu siap kembali hidup normal di tengah masyarakat tanpa kembali menggunakan narkoba.

 

Saat ini, BNN Kabupaten Garut tengah mempersiapkan program yang dinilai cukup positif bagi generasi muda atau usia produktif. Dengan menggandeng Asosiasi Petani Kopi Indonesia (Apeki) Garut, juga kolaborasi dinas instansi lintas sektor/lembaga, sinergikan program stakeholder pada kawasan rawan peredaran gelap narkoba dengan pilot project Kelurahan Pakuwon Kecamatan Garut Kota.

 

Kepala BNN Kabupaten Garut, AKBP Hery Sudrajat SH, dalam sambutannya menyampaikan, bahwa program yang akan dilaksanakan adalah pembinaan keterampilan kewirausahaan dalam bidang kopi dari hulu, tengah dan hilir bagi usia produktif. Ini diharapkan bisa menjadi kegiatan yang berdampak positif bagi generasi muda juga lingkungan sekitarnya.

 

"Kelurahan Pakuwon menjadi perhatian khusus karena menjadi titik rawan dalam peredaran narkoba. Makanya Pakuwon ini menjadi pilot projek dalam program kegiatan ini," kata AKBP Hery, saat menghadiri kegiatan rapat sinergi program stakeholder pada kawasan rawan peredaran gelap narkoba, di Meeing Room Hotel Harmoni, Selasa (29/09/2026).

 

 

AKBP Hery berharap, dengan program yang akan dilaksanakan, para generasi di Kabupaten Garut umumnya bisa terarah kepada kegiatan yang berdampak positif bagi dirinya, keluarga dan lingkungan sekitar. Menurutnya, pembinaan keterampilan dalam kewirausahaan kopi dinggap pas untuk generasi muda, apalagi Garut sudah memiliki brand kopi yang sudah dikenal pasar.

 

Sasaran kegiatan pelatihan ini, dalam pilot projek BNN Kabupaten Garut akan menggelar pelatihan keterampilan kewirausahaan kopi bagi 20 orang. Peserta akan diberikan pelatihan keterampilan selama kurang lebih tiga hari dari Apeki Garut, mulai dari tanam kopi, pengolahan/rosting dan penyajian/barista.

 

Pantauan media, hadir dalam kesempatan acara, Asda II Setda Garut, Dedi Mulyadi, Kepala BNN Kabupaten Garut, AKBP Hery Sudrajat SH, dan jajaran, Apeki Garut, SKPD di antaranya DPPKBPPPA, Kesbangpol, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Koperasi dan UKM, Disnakertrans, Dinas Pertanian, Dispora, Disperindag, Camat Garut Kota, Lurah Pakuwon, unsur media dari PT Informasi Media Utama Nusantara dan Harian Garut News. ***

Bagikan:

forum Komentar

Tulis Komentar

Anda berkomentar sebagai Tamu

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan untuk artikel ini.

Iklan BJB