Jumat, 9 Oktober 2026
lock
Iklan Header
Beranda / Berita / Komunitas "Besok Senin" Gelar BeS to BeS 2026 Sebagai Wahana Interaksi Sosial dan Kreativitas Anak Muda Garut
MIMBAR EDUKASI • Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:06

Komunitas "Besok Senin" Gelar BeS to BeS 2026 Sebagai Wahana Interaksi Sosial dan Kreativitas Anak Muda Garut

person Admin | visibility 175
Komunitas "Besok Senin" Gelar BeS to BeS 2026 Sebagai Wahana Interaksi Sosial dan Kreativitas Anak Muda Garut

HARIANGARUT.NEWS — Keresahan terhadap maraknya aksi gangster, tawuran, dan kerusuhan di jalanan Garut mendorong kolektif motor "Besok Senin" berkolaborasi dengan 3363 Fighting Club menghadirkan kegiatan bertajuk “BeS to BeS 2026” di Casacola Coffee di Jalan Cirendeu, Desa Tanjungsari, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Minggu (27/09/2026).

 

Mengusung semangat “Garut Anti Sajam”, BeS to BeS membawa pesan bahwa keberanian dan kemampuan bela diri tidak harus ditunjukkan melalui kekerasan di jalanan. Kemampuan bertarung justru dapat diarahkan ke ruang yang memiliki aturan, sportivitas, dan nilai kompetisi, salah satunya melalui olahraga pertarungan di atas ring. 

 

“Kalau mau jadi jagoan, tidak harus di jalanan. Kami sadar dan merasakan bahwa kondisi sosial anak muda di Garut sudah meresahkan. Kami ingin menunjukkan bahwa anak muda di Garut juga punya kemampuan, kreativitas, dan skill yang bisa menghasilkan sesuatu. Bahkan, kita bisa berkolaborasi bersama untuk membuat sebuah karya yang positif,” ujar Ketua Pelaksana penyelenggara BeS to BeS, Candra Ganjar.

 

Dia mengungkapkan, salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah fun fighting, hasil kolaborasi Besok Senin dan 3363 Fighting Club. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang adu kemampuan, tetapi juga menjadi simbol pengalihan energi anak muda dari potensi konflik di ruang publik menuju aktivitas yang memiliki aturan dan tujuan positif. 

 

"Di atas ring, kemampuan, keberanian, dan mental peserta diuji melalui kompetisi yang menjunjung tinggi sportivitas. Pesan yang ingin disampaikan bahwa kemampuan bertarung seharusnya tidak digunakan untuk mencari konflik di jalan, melainkan dapat dikembangkan melalui wadah olahraga yang aman dan terarah," tandas Candra.

 

Selain fun fighting, lanjut dia, BeS to BeS 2026 menghadirkan motoshow sebagai salah satu bagian dari identitas komunitas motor. Para peserta dan komunitas diberikan ruang untuk menampilkan kendaraan sekaligus menunjukkan kreativitas dalam dunia otomotif. 

 

"Kegiatan tersebut juga melibatkan sejumlah komunitas lintas bidang, seperti komunitas skateboard, BMX, dan pelari. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dari BeS to BeS karena memperlihatkan bahwa ruang kreatif anak muda tidak terbatas pada komunitas tertentu, tetapi dapat dibangun melalui pertemuan dan kerja sama berbagai kelompok," bebernya.

 

Rangkaian acara turut diisi dengan riding bersama, fun games, pertunjukan musik, dan talkshow. Berbagai kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang interaksi sekaligus sarana bagi anak muda untuk bertemu, berbagi pengalaman, dan menyalurkan minat serta bakat mereka. 

 

"Talkshow dalam kegiatan ini juga menjadi ruang untuk membicarakan berbagai keresahan yang berkaitan dengan kehidupan anak muda dan kondisi sosial di Garut. Dengan demikian, kami tidak hanya berorientasi pada hiburan, tetapi juga berusaha menghadirkan ruang dialog dan refleksi bagi komunitas yang terlibat," ungkap Candra.

 

Melalui BeS to BeS 2026, Besok Senin dan 3363 Fighting Club, imbuhnya, berupaya menghadirkan narasi berbeda tentang anak muda Garut. Di tengah maraknya pemberitaan mengenai gangster, tawuran, dan kerusuhan jalanan, kegiatan tersebut ingin menunjukkan bahwa generasi muda juga memiliki potensi untuk berkarya, berkomunitas, berolahraga, serta mengembangkan kemampuan secara positif. 

 

"Pesan “Garut Anti Sajam” pun ditempatkan bukan sekadar sebagai slogan, melainkan sebagai ajakan untuk mengubah cara pandang mengenai keberanian. Bagi penyelenggara, menjadi “jagoan” bukan berarti harus ditakuti di jalanan, melainkan mampu mengendalikan diri, berani berkompetisi secara sportif, memiliki keterampilan, dan mengarahkan energi kepada kegiatan yang memberikan manfaat," terangnya.

 

BeS to BeS 2026 pada akhirnya menjadi gambaran bahwa persoalan anak muda tidak selalu harus dijawab dengan konfrontasi. Kolaborasi, kreativitas, olahraga, dan komunitas dapat menjadi jalan lain untuk membangun ruang yang lebih positif bagi anak muda Garut. 

 

Kegiatan tersebut menjadi ruang alternatif bagi anak muda untuk menyalurkan energi, kemampuan, dan kreativitas melalui aktivitas yang positif dan terarah.***

Bagikan:

forum Komentar

Tulis Komentar

Anda berkomentar sebagai Tamu

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan untuk artikel ini.

Iklan BJB