Jumat, 9 Oktober 2026
lock
Iklan Header
Beranda / Berita / Hari Kesaktian Pancasila dan Peran Generasi Milenial Menurut Duta Anti Narkoba Garut
MIMBAR EDUKASI • Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:08

Hari Kesaktian Pancasila dan Peran Generasi Milenial Menurut Duta Anti Narkoba Garut

person Admin | visibility 85
Hari Kesaktian Pancasila dan Peran Generasi Milenial Menurut Duta Anti Narkoba Garut

HARIANGARUT.NEWS - Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan sejarah bangsa. Bagi generasi muda, peringatan ini juga dapat menjadi pengingat untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di tengah perkembangan teknologi dan media sosial.

 

Demikian disampaikan Duta Anti Narkoba dari DPD Gerakan Anti Narkotika Nusantara Amartha (GANNA) Kabupaten Garut, Syahlaa Rikhadatul A'isyi, yang saat ini sedang menyelesaikan kuliahnya di Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut. Dia menegaskan bahwa salah satu langkah penting dalam mempersiapkan generasi muda adalah menjauhkan diri dari narkoba. Menurutnya, ancaman narkoba tidak dapat dianggap sepele karena penyalahgunaannya dapat berdampak buruk terhadap kondisi fisik maupun mental seseorang.

 

"Generasi mudah harus mempersiapkan diri untuk menghindari narkoba. Momentum Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Oktober ini juga membuka jalan guna memahami lebih mendalam arti Pancasila sebagai ideologi yang tetap relevan dan bahkan semakin penting di tengah perubahan dunia yang terus berubah," ungkap Syahlaa, Jumat (02/10/2026).

 

Mahasiswi semester 8  Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) ini mengungkapkan, peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G30S), yang menjadi salah satu peristiwa penting dan kelam dalam sejarah Indonesia, menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk memahami nilai-nilai luhur Pancasila serta merefleksikan pentingnya persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman bangsa.

 

"Pancasila memiliki peran penting sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat diterapkan melalui tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Seperti menghormati perbedaan agama dan budaya, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, hingga mewujudkan Indonesia bebas dari narkoba," ujar Lala, sapaan akrab Syahlaa Rikhadatul A'isyi.

 

Tantangan generasi muda di era digital dan perkembangan teknologi informasi, lanjut Lala, menghadirkan tantangan baru dalam penerapan nilai-nilai Pancasila. Penyebaran berita bohong, ujaran kebencian, perundungan digital, dan sikap intoleran menjadi persoalan yang membutuhkan perhatian bersama, tukasnya.

 

"Generasi muda hari ini harus mampu menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam menggunakan media sosial dan berinteraksi di ruang digital. Sikap kritis dalam menerima informasi, menghargai perbedaan pendapat, serta menghindari penyebaran konten yang memecah belah merupakan bentuk penerapan nilai kebangsaan pada era modern," bebernya.

Lala, saat tampil menari jaipong di Gedung Pendopo Kabupaten Garut.

 

Pendidikan sejarah juga, kata Lala, berperan penting agar generasi muda memahami peristiwa masa lalu berdasarkan sumber yang dapat dipercaya dan mampu mengambil pelajaran bagi kehidupan masa kini.

 

"Peringatan Hari Kesaktian Pancasila setiap 1 Oktober menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan sejarah Indonesia sekaligus memperkuat komitmen dalam menjaga keutuhan bangsa. Semangat Pancasila tidak cukup diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi perlu tercermin dalam perilaku sehari-hari," harap Lala.

 

Menurut gadis yang hobby menari Jaipong ini, makna Hari Kesaktian Pancasila untuk anak muda itu bagaimana benar-benar menerapkan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, imbuh Lala, menghargai perbedaan pendapat, tidak mudah menyebarkan informasi yang belum tentu benar, dan tetap menghormati orang lain meskipun berbeda pilihan atau pandangan.

 

"Dengan memahami sejarah dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, generasi muda diharapkan dapat berkontribusi dalam membangun Indonesia yang damai, adil, dan bersatu di tengah keberagaman. Media sosial menjadi salah satu ruang penting bagi generasi muda untuk menunjukkan sikap yang mencerminkan nilai Pancasila. Sebab, perbedaan pendapat di media sosial sering kali dapat berkembang menjadi konflik apabila tidak disikapi dengan bijak," pungkas Lala.***(Igie)

Bagikan:

forum Komentar

Tulis Komentar

Anda berkomentar sebagai Tamu

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan untuk artikel ini.

Iklan BJB