Cibatu FootBall Comunity, Ruang Kreasi dan Ajang Silaturahmi Generasi Muda Cibatu
HARIANGARUT.NEWS - Komunitas pecinta sepakbola anak muda di Kabupaten Garut saat ini berkembang sangat pesat, terutama melalui tren fun football, mini soccer, dan komunitas basis pendukung (fans club). Wadah-wadah ini tidak hanya fokus pada kompetisi, tetapi juga menjadi ruang kreasi, kesehatan, dan ajang silaturahmi sosial bagi generasi muda.
Seperti halnya Cibatu FootBall Comunity (CFC) di Kecamatan Cibatu. Komunitas ini hadir sebagai ruang kreasi bagi anak muda untuk menyalurkan hobi sepakbola secara rutin. Berdiri pada tahun 2026, CFC aktif mengadakan pertandingan persahabatan (friendly matches) dan fun football di wilayah Kabupaten Garut, seperti di SOR Kerkof, Lapang Astana Gede, Jayaraga, Vasco Mini Soccer, yang bisa diikuti oleh seluruh anggota CFC dengan sistem patungan per kedatangan.
Ketua CFC, Dadan mengungkapkan, minimnya ruang kreasi komunitas muda di Cibatu menjadi perhatian khusus sebagai upaya memberikan ruang kreasi pada generasi milenial untuk mendapatkan keseimbangan antara belajar akademik dan menyalurkan hobi.
"Yang pasti, tujuan utama didirikannya Komunitas Sepakbola Cibatu adalah untuk menyalurkan hobi yang sama, serta mempererat rasa kebersamaan dan solidaritas. Kita tahu saat ini ada istilah sandwich generation untuk mengambarkan beban ganda yang ditanggung komunitas muda saat ini. Maka upaya memberikan ruang rekreasi harus kita lakukan agar ada keseimbangan dan kesempatan mereka untuk sekadar melepat penat," ujar Dadan kepada hariangarut.news, Jumat (09/10/2026).

Menurutnya rangkaian kegiatan berbasis pertandingan persahabatan yang digelar seminggu satu kali ini menjadi ruang bagi anak muda Cibatu khususnya para penggemar sepakbola untuk menjalin silaturahmi maupun persahabatan antar klub sepakbola yang ada di wilayah Garut Utara dan sekitarnya.
"Berdirinya CFC ini juga berawal dari inisiatif teman-teman pecinta sepakbola yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan olahraga di Cibatu. Selain menjadi tempat silaturahmi, juga membawa misi sosial, yakni menghindari kenakalan remaja seperti penyalahgunaan narkoba, tawuran pelajar, hingga ketergantungan gadget pada anak-anak usia sekolah," tandas Dadan.
Saat ini, CFC memiliki 250 anggota, dan sekretariatnya berdomisili di Jalan Raya Bandrek-Cibatu, Kp. Citambal RT03/02, Desa Padasuka, Kecamatan Cibatu. Dadan berharap, dengan ada komunitas CFC sepakbola dapat menjadi sarana pembinaan yang positif dan membangun.
"Lewat sepak bola, kami bisa mengekspresikan apa yang kami miliki. Ini jadi media untuk menyalurkan keterampilan, terutama bagi yang memang hobi sepak bola. Meskipun saat ini hanya berbasis komunitas, kedepan CFC ini berharap dapat menjadi tempat lahirnya pemain muda Cibatu berkualitas yang berkarakter dan bermental juara, sekaligus menjadi model pembinaan yang profesional dan dapat direplikasi ke pelosok-pelosok khususnya di wilayah Kecamatan Cibatu," tandas Dadan.
Terpisah, sementara tokoh masyarakat Cibatu yang juga Pimpinan Redaksi Harian Garut News, sekaligus Ketua Penggiat Anti Narkoba DPD GANNA Kabupaten Garut, Igie N. Rukmana, S.Kom menyampaikan, kekuatan sepak bola sebagai olah raga universal bisa mendorong terciptanya perubahan sosial. hal itu yang dilakukan komunitas sepak bola di Cibatu.

"Dalam konteks sepak bola, tatajongan identik dengan kegiatan sepak-menyepak bola yang tidak serius, bermain-main, dan sekadar mengisi waktu luang. CFC ini bukan sekadar olahraga, melainkan rumah bagi mereka yang menjadikan sepak bola sebagai ajang ekspresi diri sekaligus menumbuhkan talenta-talenta anak muda di Cibatu," ujarnya.
Igie berharap, kedepan kegiatan CFC ini tidak hanya berlanjut, tetapi juga tumbuh, berkembang dan kian inklusif. Dengan lebih banyak dukungan fasilitas dan jangkauan partisipasi yang semakin luas, CFC harus menjadi wadah tempat semua elemen anak muda Cibatu untuk bisa bertemu, bergerak, dan tumbuh bersama.***